0
News
    Home Berita Featured Hilal MABIMS Sidang Isbat Spesial

    Mengenal Kriteria MABIMS: Alasan Ilmiah Mengapa Hilal di Bawah 3 Derajat Ditolak Saat Sidang Isbat - ACEHGROUND

    5 min read

     

    Mengenal Kriteria MABIMS: Alasan Ilmiah Mengapa Hilal di Bawah 3 Derajat Ditolak Saat Sidang Isbat


    Source: mediaindonesia.com

    ACEHGROUND.COM – Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia kini menerapkan standar sains yang lebih ketat melalui kriteria  guna memastikan akurasi visibilitas hilal. Ketentuan ini menjadi acuan utama dalam menetapkan awal Ramadan maupun Idulfitri melalui  yang diselenggarakan pemerintah.

    Kriteria MABIMS merupakan kesepakatan regional yang melibatkan Menteri Agama dari empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Standar terbaru yang sering disebut sebagai Neo-MABIMS ini mengedepankan parameter astronomis yang lebih terukur dibandingkan aturan sebelumnya.

    Parameter Utama Kriteria Neo-MABIMS

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, terdapat dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar posisi bulan sabit muda (hilal) dinyatakan valid secara ilmiah:

    • Tinggi Hilal: Minimal berada pada posisi 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam.
    • Elongasi: Jarak sudut antara bulan dan matahari minimal sebesar 6,4 derajat.

    Menurut catatan redaksi AcehGround, perubahan parameter ini didasarkan pada riset astronomis modern serta kumpulan data pengamatan global. Hilal yang posisinya berada di bawah ketinggian 3 derajat dinilai sangat sulit diidentifikasi karena intensitas cahayanya kalah oleh cahaya latar langit atau syafak.

    Alasan Ilmiah di Balik Angka 3 Derajat dan Elongasi 6,4

    Penetapan angka 3 derajat bukan tanpa alasan. Secara teknis, cahaya syafak yang muncul sesaat setelah matahari terbenam masih cukup kuat untuk mengaburkan penampakan hilal yang sangat tipis. Sementara itu, batas elongasi 6,4 derajat merujuk pada ambang batas fisis agar sabit bulan memiliki ketebalan dan intensitas cahaya yang memadai untuk ditangkap oleh mata manusia maupun alat bantu optik seperti teleskop.

    Berikut adalah perbandingan antara kriteria lama dan kriteria baru yang kini berlaku:

    ParameterKriteria LamaKriteria Baru (MABIMS)
    Tinggi Hilal2 Derajat3 Derajat
    Elongasi3 Derajat6,4 Derajat

    Implikasi pada Penentuan Idulfitri 2026

    Penerapan kriteria ini berdampak langsung pada kepastian tanggal hari raya. Jika dalam pemantauan secara perhitungan (hisab) posisi hilal masih berada di bawah ambang batas 3 derajat atau elongasi di bawah 6,4 derajat, maka bulan berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari atau disebut dengan istikmal.

    AcehGround melaporkan bahwa langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kesalahan klaim melihat hilal. Meskipun ada laporan kesaksian mata, verifikasi akhir tetap akan merujuk pada kriteria visibilitas yang telah disepakati secara regional tersebut guna menjaga kemaslahatan umat dalam menjalankan ibadah.


    Komentar
    Additional JS