0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Kapal Induk USS Gerald R. Ford Konflik Timur Tengah Spesial

    Mengenal USS Gerald R. Ford, Kapal Induk Modern AS yang Jadi Target IRGC di Laut Merah - Tribunnews

    7 min read

      

    Mengenal USS Gerald R. Ford, Kapal Induk Modern AS yang Jadi Target IRGC di Laut Merah

    IRGC Iran peringatkan fasilitas pendukung USS Gerald R Ford di Laut Merah sebagai target sah amid ketegangan AS-Iran.

    Ringkasan Berita:
    • IRGC Iran memperingatkan semua pusat logistik yang mendukung kapal induk USS Gerald R Ford di Laut Merah sebagai target sah. 
    • Peringatan ini muncul di tengah ketegangan militer AS-Iran-Israel pasca serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

    TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan tegas terhadap semua pusat logistik dan layanan yang mendukung kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, di Laut Merah.

    IRGC menegaskan fasilitas pendukung yang memungkinkan operasi kapal induk tersebut dianggap sebagai target sah bagi angkatan bersenjata Iran.

    Peringatan itu muncul saat kapal induk bertenaga nuklir AS tengah berlindung di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.

    Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (Pusat Komando Strategis Utama Iran) menyatakan kehadiran USS Gerald R Ford di Laut Merah merupakan ancaman langsung bagi Republik Islam Iran.

    “Pusat logistik dan layanan yang memberikan dukungan kepada kelompok kapal induk tersebut di Laut Merah dianggap sebagai target angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” kata juru bicara itu dikutip dari Press TV pada Senin (16/3/2026).

    Baca juga: Serangan AS terhadap Pulau Kharg Iran Memicu Kepanikan di China, SPBU Diserbu Warga

    Kapal Induk di Laut Merah

    USS Gerald R Ford sebelumnya melintasi Terusan Suez pada 6 Maret 2026 dan memasuki Laut Merah untuk memperkuat operasi militer AS.

    Citra satelit perusahaan geospasial Tiongkok, MizarVision, menunjukkan kapal seberat 100 ribu ton ini beroperasi sekitar 100 kilometer dari garis pantai Arab Saudi dan terindikasi bergerak mendekat ke Jeddah.

    Kapal induk itu dikawal kelompok serangnya, termasuk kapal perusak dengan rudal berpemandu.

    Misi ini merupakan operasi pertama USS Gerald R Ford di Timur Tengah sejak penugasannya pada 2017, dan kapal tersebut telah berada di laut selama lebih dari 255 hari.

    Bukan Peringatan Pertama

    IRGC sebelumnya telah memantau kapal induk AS. Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan pasukannya siap menyerang begitu kapal induk masuk dalam jangkauan. IRGC juga sempat melaporkan serangan drone dan rudal terhadap USS Abraham Lincoln.

    Peringatan Iran ini muncul di tengah eskalasi konflik regional. Sebelumnya, militer AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah jenderal. Serangan tersebut juga menimbulkan korban sipil di Sekolah Dasar perempuan di Minab, menewaskan 150–180 anak usia 7–12 tahun.

    Sejak itu, Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan dan fasilitas militer AS di negara-negara sekitarnya serta wilayah pendudukan Israel. Perang juga meluas hingga Lebanon, di mana Hizbullah terlibat pertempuran dengan militer Israel sejak 3 Maret 2026.

    Peringatan IRGC terhadap USS Gerald R Ford menegaskan ketegangan yang kian meningkat di Timur Tengah, di tengah eskalasi militer AS-Iran-Israel yang berpotensi memperluas konflik regional.

    Baca juga: Kapal Tempur USS Gerald R. Ford Sandar di Israel, Sinyal AS Siap Hadapi Ancaman Iran

    Mengenal USS Gerald R Ford

    Kapal induk kelas Gerald R. Ford (CVN-78) merupakan generasi terbaru kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang dibangun untuk menggantikan USS Enterprise (CVN-65) dan kapal kelas Nimitz.

    Kapal ini menampilkan teknologi terbaru, termasuk Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS) dan Advanced Arresting Gear (AAG), yang memungkinkan lepas landas dan pendaratan pesawat lebih efisien dengan awak lebih sedikit.

    Dibangun sejak 2009 di galangan Newport News Shipbuilding, Virginia, USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk pertama yang selesai setelah 35 tahun.

    Kapal ini dilengkapi sistem radar Dual Band Radar (DBR) yang menggabungkan radar X-Band AN/SPY-3 dan S-Band Volume Surveillance Radar, mampu mendeteksi dan melacak pesawat serta rudal musuh, didukung sistem pertahanan ESSM, Phalanx CIWS, dan Rolling Airframe Missile (RAM).

    Kapasitas angkut pesawatnya mencapai 90 unit, termasuk F-35C, F/A-18E Super Hornet, EA-18G Growler, E-2D Hawkeye, C-2 Greyhound, MH-60S Seahawk, dan drone MQ-25 Stingray.

     Desainnya juga memiliki reaktor nuklir A1B, fitur siluman, dek penerbangan lebih luas, serta sistem peperangan terintegrasi (SSDS).

    Pengembangan kelas Ford dimaksudkan untuk menggantikan keterbatasan kapal induk kelas Nimitz, dengan teknologi yang lebih hemat biaya, efisien, dan dapat dioperasikan dengan awak lebih sedikit.

    Saat ini, USS Gerald R. Ford telah aktif sejak 2017, sementara kapal lain dalam kelas ini, termasuk CVN-79 hingga CVN-82, dijadwalkan menyusul hingga 2036.

    Dengan kombinasi teknologi mutakhir dan kemampuan tempur yang besar, kapal induk kelas Gerald R. Ford menjadi simbol kekuatan angkatan laut AS di era modern dan diharapkan menjadi tulang punggung operasi laut Amerika selama beberapa dekade ke depan.


    Komentar
    Additional JS