0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Menlu Spesial Sugiono UNIFIL

    Menlu Sugiono Desak UNIFIL Investigasi Gugurnya Praka Farizal akibat Serangan Israel - inews

    3 min read

     

    Menlu Sugiono Desak UNIFIL Investigasi Gugurnya Praka Farizal akibat Serangan Israel


    Menlu Sugiono (dok. istimewa)

    JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia meminta Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melakukan investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNIPraka Farizal Rhomadhon akibat serangan Israel di Lebanon Selatan. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pentingnya pengusutan tuntas untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

    “Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” katanya kepada wartawan di sela mendampingi kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

    Sugiono juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya Praka Farizal yang tergabung dalam misi perdamaian PBB. Selain korban meninggal, terdapat tiga prajurit lainnya yang mengalami luka-luka.

    “Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya.

    Di sisi lain, pemerintah Indonesia mengecam keras serangan Israel yang dinilai telah meluas hingga wilayah Lebanon Selatan dan memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.

    “Kemudian juga mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah atau meja-meja perundingan,” kata Sugiono.

    Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan bahwa konflik di kawasan Asia Barat dalam beberapa waktu terakhir telah berdampak besar secara global. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menawarkan diri sebagai mediator untuk mendorong terciptanya gencatan senjata.

    “Karena apa yang terjadi di wilayah tersebut dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan ini dampaknya dirasakan luar biasa besar dan Bapak Presiden juga telah menawarkan untuk menjadi mediator sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata itu bisa dilakukan,” katanya.

    Saat ini, pemerintah juga telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk memantau kondisi prajurit serta mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal.


    Komentar
    Additional JS