Meski Kondisi Saudi Stabil, Kemenhaj Menilai Akses Menuju Tanah Suci Belum Aman - detik
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin menyebut meski Arab Saudi menyatakan negaranya aman, perjalanan menuju Tanah Suci imbas konflik Timur Tengah dinilai berisiko bagi jemaah umrah. Karenanya, Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan.
"Arab Saudi menyampaikan kondisi di sana normal aman, damai. Tetapi proses perjalanan menuju ke sana itu juga harus menjadi perhatian kita. Menuju sana sehingga Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan pada PIHK atau kepada PPIU atau kepada travel untuk menunda keberangkatan yang belum diberangkatkan," katanya dalam acara Dialog Interaktif Mitigasi Umrah di Tengah Konflik Iran VS Israel di Hotel Aston Kartika, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut dia menyebut jika bicara soal kerugian maka semuanya dirugikan dalam kondisi seperti ini. Mulai dari jemaah umrah, travel, dan lainnya.
"Ya memang kalau dalam kondisi seperti itu tidak ada orang yang tidak mau rugi, tapi faktanya semuanya akan rugi. Jemaah akan dirugikan, travel mesti akan dapat kerugian, semua orang karena dampak itu akan berdampak kepada kita semuanya," urai Fauzin.
Dia memuturkan sebelumnya Kementerian Haji dan Umrah RI juga sudah menyampaikan kepada masyarakat dengan maksud memitigasi agar tidak terjadi stranded jemaah umrah RI yang ada di Saudi dan negara-negara transit daerah Timur Tengah. Sebab di sana kondisinya sangat bergejolak.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah itu mengimbau agar travel menunda keberangkatan umrah terlebih dahulu karena situasi dan kondisi saat ini.
"Travel juga sudah disampaikan imbauannya menunda dulu, sabar dulu. Menunda dulu keberangkatan yang akan dilaksanakan melihat situasi dan kondisi dulu," ungkapnya.
Dia menuturkan hal itu jadi langkah perlindungan warga negara. Meski Arab Saudi kondisinya stabil, perjalanan menuju Tanah Suci cukup berisiko.
Fauzin mencontohkan bagaimana jika rudal balistik Iran ditangkis kemudian serpihannya mengenai pesawat jemaah umrah.
"Perjalanan menuju ke sana itu kan, misalnya ada serpihan rudal balistik. Rudalnya Iran, mau menyasar ke mana, kemudian ditangkal terus tiba-tiba mbledos di depan pesawat kita, kalau mbledos masuk ke samping kanan kiri mesin pesawat? Bayangkan kalau serpihan itu masuk ke dalam tubuh," tandasnya.