0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Mojtaba Khamenei Selat Hormuz Spesial

    Mojtaba Khamenei Tegaskan Penutupan Selat Hormuz Akan Terus Dilakukan - Viva

    4 min read

     

    Mojtaba Khamenei Tegaskan Penutupan Selat Hormuz Akan Terus Dilakukan


    VIVA – Iran bersumpah untuk tetap menutup Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dengan Amerika Serikat dan Israel. Demikian ditegaskan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam pernyataan pertamanya sejak resmi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang gugur dalam serangan gabungan zionis.

    Mojtaba Khamenei pada hari Kamis, 12 Maret 2026 menegaskan Iran akan terus berjuang dan tetap menutup Selat Hormuz, dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah 

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dalam pidato yang menantang, Khamenei mengatakan bahwa negara-negara tetangga Iran harus menutup semua pangkalan Amerika Serikat di wilayah mereka, yang akan terus diserang oleh Iran.

    "Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir Anda," katanya kepada rakyat Iran.

    "Tuntutan rakyat adalah untuk melanjutkan pertahanan efektif kita dan membuat musuh menyesal! Upaya untuk memblokir Selat Hormuz harus terus digunakan," katanya tentang jalur pelayaran tersebut, di mana seperlima minyak global biasanya melewati pantai Iran.

    Khamenei mengatakan bahwa "sejumlah kecil" pembalasan Iran atas serangan AS dan Israel telah "terwujud, tetapi sampai sepenuhnya tercapai, kasus ini akan tetap menjadi prioritas kami".

    "Kami akan meminta ganti rugi dari musuh, dan jika mereka menolak, kami akan mengambil sebanyak mungkin harta benda mereka sesuai yang kami tentukan, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan jumlah harta benda mereka yang sama," tambahnya.

    Televisi pemerintah tidak memberikan penjelasan mengapa pernyataan pertama Khamenei dibacakan oleh seorang presenter dan bukan disampaikan melalui video. Belum ada gambar dirinya yang dirilis sejak serangan yang menewaskan ayahnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

    Para pejabat Iran mengatakan Mojtaba Khamenei mengalami luka ringan. Dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa istri, saudara perempuan, dan anggota keluarganya yang lain juga tewas. 

    Kapal-kapal Tanker Diserang Iran

    Tak lama setelah pidatonya, Garda Revolusi mengumumkan bahwa, sesuai dengan perintahnya, mereka akan menutup selat tersebut.Dua kapal tanker terbakar di pelabuhan Irak pada hari Kamis setelah dihantam oleh kapal-kapal yang diduga bermuatan bahan peledak milik Iran, sebuah peningkatan serangan yang telah memutus pasokan minyak dari Timur Tengah.

    Serangan-serangan tersebut merupakan tanda jelas penentangan terhadap Presiden AS Donald Trump, yang pada hari Rabu mengatakan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang.

    Gambar yang diverifikasi oleh Reuters sebagai hasil rekaman dari pantai pelabuhan Basra menunjukkan kapal-kapal yang dilalap bola api oranye besar yang menerangi langit malam. Setidaknya satu awak kapal tewas dalam serangan tersebut.

    Beberapa jam sebelumnya, tiga kapal lain telah dihantam di Teluk Persia.

    Garda Revolusi Iran mengklaim bertanggung jawab atas setidaknya satu dari serangan tersebut, terhadap kapal pengangkut barang curah Thailand yang dibakar, yang menurut Garda Revolusi telah melanggar perintah mereka.

    Kapal kontainer lain dilaporkan dihantam oleh proyektil yang tidak dikenal di dekat Uni Emirat Arab pada hari Kamis.

    Perang yang dimulai dengan kampanye pengeboman AS-Israel pada akhir Februari sejauh ini telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan menyebabkan apa yang digambarkan oleh Badan Energi Internasional sebagai gangguan terbesar terhadap pasokan energi global dalam sejarah.

    Serangan tersebut mematahkan  klaim AS dan Israel bahwa mereka telah melumpuhkan sebagian besar persediaan senjata jarak jauh Iran, tapi justru lebih banyak drone dilaporkan terbang ke Kuwait, Irak, UEA, Bahrain, dan Oman pada hari Kamis.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Milisi Hizbullah Lebanon yang didukung Iran menembakkan rentetan roket terbesarnya ke Israel selama perang, yang memicu serangan baru Israel di Beirut.

    Harga minyak melonjak kembali di atas US$100 per barel, setelah turun di awal pekan ketika Trump mengatakan perang akan segera berakhir. Iran telah mengatakan tidak akan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz, jalur perdagangan energi terpenting di dunia, sampai serangan AS dan Israel berhenti.


    Komentar
    Additional JS