0
News
    Home Berita Featured Kemenag Lebaran Mudik Spesial

    Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik - Merah Putih

    2 min read

     

    Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik


    Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii. (Foto: dok. Kemenag)

    MerahPutih.com - Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii memastikan kesiapan 6.859 masjid di seluruh Indonesia untuk memberikan layanan bagi pemudik pada Lebaran 1447 H.

    Program ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memberikan fasilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

    Melalui program tersebut, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi titik layanan bagi pemudik yang membutuhkan tempat singgah selama perjalanan.

    “Bahwa masjid memang tempat melayani. Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk salat lima waktu,” kata Muhammad Syafii dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/3).

    Kementerian Agama Republik Indonesia menyiapkan ribuan masjid yang tersebar di berbagai daerah untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

    Masjid-masjid tersebut akan difungsikan sebagai tempat singgah yang menyediakan berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

    Layanan yang disediakan antara lain membuka akses masjid dan musala selama 24 jam, menjaga keamanan di area masjid dan tempat parkir, menyediakan ruang layanan kesehatan, serta memastikan kebersihan lingkungan terutama pada toilet dan ketersediaan air bersih.

    Selain itu, masjid juga akan menyediakan sejumlah fasilitas tambahan yang dapat dimanfaatkan pemudik selama beristirahat di perjalanan.

    Beberapa fasilitas tersebut meliputi area istirahat yang layak, serta fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi lainnya.

    “Termasuk menyediakan sarana pusat informasi yang dapat diakses oleh pemudik, dan menyediakan air minum dan atau makanan-makanan kecil,” kata Muhammad Syafii. (Knu)


    Komentar
    Additional JS