Netanyahu Klaim Serangan Israel Tewaskan Para Ilmuwan Nuklir Top Iran - SindoNews
Netanyahu Klaim Serangan Israel Tewaskan Para Ilmuwan Nuklir Top Iran
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 13 Maret 2026 - 05:43 WIB
PM Benjamin Netanyahu klaim serangan Israel telah menewaskan para ilmuwan nuklir terkemuka Iran. Foto/Kantor PM Israel
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim serangan militer Zionis telah menewaskan beberapa ilmuwan nuklir terkemuka Iran. Ini disampaikan Kamis malam dalam konferensi pers pertamanya sejak dimulainya perang melawan Teheran.
Dia tidak merinci para ilmuwan nuklir Iran yang telah terbunuh. Menurutnya, serangan militer Israel telah memberikan pukulan serius kepada militer dan pasukan keamanan negara Islam tersebut.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ultimatum Semua Pangkalan AS di Timur Tengah Harus Segera Ditutup
“Kami menghancurkan rezim teror di Iran,” katanya. “Kami menyerang dan mengalahkan proksinya—Hizbullah di Lebanon," katanya lagi, seperti dikutip dari AP, Jumat (13/3/2026).
Pemimpin rezim Zionis Israel itu mengatakan bahwa hampir dua minggu pengeboman gabungan AS-Israel telah secara signifikan melemahkan struktur kekuasaan Iran. Menurutnya, gelombang serangan tersebut menargetkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan paramiliter Basij yang membantu menegakkan otoritas rezim Iran.
Sebut Mojtaba Boneka IRGC
Berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui tautan video, Netanyahu juga menargetkan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Dia menggambarkannya sebagai "boneka Garda Revolusi" yang tidak dapat tampil di depan umum dengan aman setelah serangan baru-baru ini.
Netanyahu mengisyaratkan bahwa Israel masih dapat menargetkan tokoh-tokoh senior dalam kepemimpinan Iran, meskipun dia menolak untuk memberikan rincian tentang rencana masa depan.
"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun," katanya. "Saya tidak bermaksud memberikan pesan yang tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan."
Saat Netanyahu berbicara, militer Israel mengatakan telah mendeteksi rentetan rudal baru yang diluncurkan dari Iran ke wilayah Israel, yang menggarisbawahi bahwa konflik tersebut masih aktif.
Netanyahu juga berbicara langsung untuk publik Iran, menunjukkan bahwa kampanye militer dapat menciptakan kondisi untuk perubahan politik di dalam Iran.
Dia mengatakan tindakan Israel dimaksudkan untuk menciptakan ruang yang dibutuhkan untuk warga Iran turun ke jalan. “Saat Anda dapat memulai jalan baru menuju kebebasan semakin dekat,” katanya. “Saat itu semakin mendekat," ujarnya.
“Kami berdiri bersama Anda. Kami membantu Anda,” imbuh Netanyahu. “Tetapi pada akhirnya, itu tergantung pada Anda. Itu ada di tangan Anda.”
Lebih lanjut, Netanyahu menyoroti koordinasi Israel dengan Amerika Serikat (AS) selama kampanye militer melawan Iran. Dia mengaku berbicara setiap hari dengan Presiden AS Donald Trump saat konflik berlangsung.
“Melalui penggabungan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Israel dan Amerika Serikat, kami telah mencapai prestasi yang luar biasa,” kata Netanyahu.
Operasi tersebut, imbuh dia, bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik yang mampu mengancam Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara lain.
“Jika kita tidak bertindak segera, dalam beberapa bulan industri kematian Iran akan menjadi kebal terhadap serangan apa pun," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Ada Rusia di Balik Iran Sukses Ladeni Serangan Israel