0
News
    Home Andrie Yunus Berita Featured Kasus Spesial

    Pemerintah Pastikan Andrie Yunus Dapat Dukungan Pemulihan, Perkembangan Proses Hukum Terus Dipantau - Tribunnews

    7 min read

     

    Pemerintah Pastikan Andrie Yunus Dapat Dukungan Pemulihan, Perkembangan Proses Hukum Terus Dipantau

    Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

    Ringkasan Berita:
    • Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
    • Wapres juga menyampaikan perhatian dan keprihatinan mendalam atas kejadian penyerangan tersebut.
    • Tina meminta seluruh pihak untuk memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan dalam mengungkap kasus tersebut.
     


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

    Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa mengatakan tindakan kekerasan seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi hukum, kemanusiaan, serta nilai-nilai demokrasi.

    Baca juga: Polisi Sebut Aktivis Kontras Andrie Yunus Belum Bisa Dimintai Keterangan karena Masih Pemulihan

    "Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Tina Talisa dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (15/3/2026).

    Negara berkepentingan memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap warga negara ditangani secara serius dan berkeadilan.

     

     

    Selain itu kata dia, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming juga menyampaikan perhatian dan keprihatinan mendalam atas kejadian penyerangan tersebut, seraya menegaskan pentingnya memastikan keselamatan setiap warga negara serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka.

    "Pemerintah memastikan bahwa korban memperoleh penanganan medis dan dukungan pemulihan yang diperlukan, sekaligus terus memantau perkembangan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung," katanya.

    Tina meminta seluruh pihak untuk memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan dalam mengungkap kasus tersebut.

    "Bersama-sama menjaga situasi yang kondusif," pungkasnya.

    Kronologi Penyerangan

    Penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi pada Kamis (13/3/2026) menjelang tengah malam di kawasan Salemba Jakarta Pusat. 

    Akibat hal itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen. 

    Kepolisian juga telah menyatakan akan mengusut kasus tersebut.

    Berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian Andrie Yunus menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026.

    Sebagian nomor tersebut diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

    Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa dan berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan.

    Setelah agenda itu, sekitar pukul 19.45 WIB, ia menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. 

    Diskusi tersebut mengangkat tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

    Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang menggunakan sepeda motor setelah sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.

    Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I dengan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning, Andrie melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah di kawasan Talang.

    Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.

    Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

    Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.

    Menurut keterangan KontraS, Andrie sempat berteriak meminta tolong sambil berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, PANAS… PANAS!” lalu berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS,” hingga warga sekitar berdatangan.

    Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh. 

    Dalam kondisi kesakitan, Andrie sempat berusaha mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi. 

    Sementara para pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya.

    Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

    Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

    Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

    "Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," " kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

    "Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ucapnya.


    Komentar
    Additional JS