0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Pemuda Muhammadiyah Spesial

    Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Bisa Jadi Penengah Perang AS-Israel dengan Iran - SindoNews

    6 min read

     

    Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Bisa Jadi Penengah Perang AS-Israel dengan Iran


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 09 Maret 2026 - 10:44 WIB

    Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Foto/Screenshot video Al Jazeera

    JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Sebagai anggota Board of Peace (BoP) dan BRICS, Indonesia bisa memainkan perannya sebagai penengah untuk mengurangi ketegangan.

    Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri Emaridial Ulza menilai, Amerika Serikat terdesak begitu juga dengan Iran. Menurut Emaridial, perlu ada penengah dan Indonesia bisa menjadi bagian penting dengan menggalang pertemuan melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau dengan negara Timur Tengah lain sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

    ”Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung walaupun tidak secara langsung minimal niat baik Presiden Prabowo sedikit mengurangi ketegangan dengan segala konsekuensi yang didapatkan,” katanya, Senin (9/3/2026).

    Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Diprediksi Berlangsung Lama, Prabowo Bisa Maksimalkan BoP

    Emaridial menyebut, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran sebagai The Loser of the Middle East dan menggambarkan Iran sudah menyerah kepada negara-negara tetangganya mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, tersebut dinilai tidak menganggambarkan situasi geopolitik yang sedang terjadi.

    “Pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar retorika politik dan bukan gambaran nyata dari Timur Tengah saat pertempuran berkecamuk. Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis,” ujarnya.

    Lihat video: Serangan Rudal Iran Picu Gelombang Ledakan Besar di Tel Aviv Israel

    Akademisi Associate Professor Uhamka ini juga menyoroti, pernyataan Donald Trump yang mengatakan Iran telah meminta maaf dan menyerah kepada negara tetangga setelah serangan AS dan Israel, dan bahkan menyebut bahwa Iran bukanlah pengganggu Timur Tengah melainkan pecundang Timur Tengah. Serta memberikan ancaman Iran akan menghadapi pukulan sangat keras, membuka kemungkinan penargetan wilayah atau kelompok yang sebelumnya tidak masuk dalam target.

    “Pernyataan tersebut penuh kontradiksi yang menunjukan bahwa situasi di lapangan dalam agenda perang kemungkinan sangat kompleks dan Amerika dalam keadaan terdesak,” katanya.

    Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menambahkan dalam banyak situasi perang atau konflik internasional deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik.

    Pola ini sudah berulang kali terlihat dari negosiasi dagang dengan China, krisis Korea Utara, hingga konflik-konflik sebelumnya di kawasan yang sama. Klaim bahwa Iran telah menyerah hampir pasti merupakan framing untuk konsumsi domestik membangun narasi triumfalis yang ia butuhkan untuk rakyatnya dan juga dunia, bukan deskripsi akurat atas kondisi di lapangan.

    “Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik, apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti Inggris atau juga spanyol menyusul Jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi” katanya

    (cip)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    3 Senjata Canggih Iran...

    3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel


    Komentar
    Additional JS