Pemudik Naik Kapal Perang Dapat Makanan Buka dan Sahur Selama Perjalanan, Menunya Ayam - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut memastikan bahwa 1.239 pemudik mendapatkan makanan buka puasa dan sahur selama perjalanan dari Jakarta ke Bangka Belitung menggunakan kapal perang KRI Semarang-594.
“Nanti buka bersama dan sahur bersama disiapkan oleh prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut dengan menu-menu yang khas,” kata Asops KSAL Laksma TNI Yayan Sofiyan, saat berbincang dengan para pemudik, Minggu (15/3/2026).
Yayan pun bertanya kepada Komandan KRI Semarang-594 yang tepat berada di samping kanannya.
“Siap, ayam rendang dan ayam gulai,” ujar dia, yang disambut riuh tepuk tangan pemudik di geladak tank KRI Semarang-594.
Baca juga: TNI AL Berangkatkan 1.239 Pemudik, Naik Kapal Perang dari Jakarta ke Bangka Belitung
Dalam hal ini, TNI Angkatan Laut memberangkatkan 1.239 pemudik dari Dermaga Kolinlamil di Jakarta Utara menuju Bangka Belitung menggunakan kapal perang KRI Semarang-594, Minggu (15/3/2026).
Yayan mengatakan, program mudik gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah dan TNI Angkatan Laut untuk kepentingan nasional serta membantu masyarakat.
“Kegiatan mudik bersama menggunakan kapal perang, kita lihat di belakang kita, KRI Semarang-594 ini sudah onboard di dalamnya masyarakat dari Bangka Belitung ya sebanyak 1.239 personel,” ujar dia.
Menurut Yayan, pemudik yang mengikuti program ini berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung, yang hendak pulang ke kampung halaman.
“Mereka sangat antusias. Begitu diumumkan, baru dua hari, sudah penuh kuota yang ada,” ujar dia.
Baca juga: KPK: Pemerintah Sudah Beri TNI, Polri, dan ASN THR, Pemda Tak Perlu Kasih Lagi
TNI Angkatan Laut menyatakan program mudik gratis menggunakan kapal perang menuju Bangka Belitung baru pertama kali diselenggarakan tahun ini.
“Sebelum-sebelumnya kita melaksanakan ke wilayah Timur, ke Semarang, Surabaya, Semarang, Jakarta ya. Namun, ini yang pertama,” ujar dia.
Perwira tinggi (Pati) TNI AL bintang dua itu mengatakan bahwa program ini juga merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melalui surat kepada KASAL Laksamana Muhammad Ali.
“Dan puji syukur, puji Tuhan, alhamdulillah, ketersediaan kapal ada,” ujar dia.
Yayan menuturkan, pelayaran mudik ini direncanakan menempuh jarak sekitar 400 nautical mile.
Baca juga: Ban Pecah, Pesawat TNI AU Tergelincir di Bandara Oksibil, Papua Pegunungan
Rute keberangkatan dimulai pada 15 Maret dari Jakarta, tiba di Bangka pada 16 Maret, dan dilanjutkan ke Belitung pada 17 Maret.
Untuk perjalanan balik, kapal akan berangkat dari Bangka pada 27 Maret, tiba di Belitung pada 28 Maret, dan kembali ke Jakarta pada 29 Maret.
“Selama perjalanan darat maupun laut, para pemudik telah disiapkan fasilitas buka puasa dan sahur,” ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang