Penyapu Koin Tolak Rp600 Ribu dari KDM, Sebut Penghasilan Harian saat Mudik Lebaran Lebih Besar - Tribunnews
Penyapu Koin Tolak Rp600 Ribu dari KDM, Sebut Penghasilan Harian saat Mudik Lebaran Lebih Besar
Fenomena penyapu koin di Pantura jelang mudik 2026, kompensasi Rp600 ribu ditolak warga demi tradisi dan penghasilan.
Ringkasan Berita:
- Fenomena penyapu koin di Jalur Pantura kembali mencuat jelang mudik Idul Fitri 2026.
- Tawaran kompensasi Rp600 ribu dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ditolak warga karena penghasilan harian bisa mencapai Rp150 ribu.
- Aktivitas ini dianggap tradisi tahunan meski berisiko, sehingga penertiban polisi terus dilakukan demi keselamatan pemudik.
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena penyapu koin di Jalur Pantura kembali menjadi sorotan jelang musim mudik Idul Fitri 2026.
Tawaran kompensasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebesar Rp600 ribu justru ditolak oleh sebagian warga.
Penolakan itu bukan tanpa alasan.
Para penyapu koin mengaku penghasilan mereka selama musim mudik bisa jauh lebih besar dibandingkan kompensasi yang ditawarkan pemerintah.
Baca juga: Bottleneck Transaksi di Gerbang Tol Dinilai Picu Kemacetan Saat Mudik
Penghasilan Harian Lebih Tinggi
Dalam dialog yang berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, salah satu warga bernama Warto mengungkapkan bahwa dalam sehari mereka bisa meraup hingga Rp150 ribu atau lebih.
“Ini sudah tradisi, Pak. Dikasih Rp50 ribu sehari, kami di sini bisa dapat Rp150 ribu lebih,” ujarnya.
Dengan perhitungan tersebut, dalam sepekan musim mudik, penghasilan penyapu koin bisa melampaui Rp1 juta, jauh di atas kompensasi Rp600 ribu yang ditawarkan.
Dianggap Tradisi Tahunan
Selain faktor ekonomi, aktivitas menyapu koin juga dianggap sebagai tradisi tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun di kawasan Jembatan Sewoharjo.
Warga menyebut momen mudik sebagai “lahan rezeki” yang hanya datang setahun sekali. Karena itu, meski berisiko dan dilarang, banyak yang tetap memilih turun ke jalan.
“Ini momen setahun sekali, lahan rezeki buat kami,” kata Warto.
Baca juga: Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara 2026: TelkomGroup Lepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran
Upaya Penertiban Terus Dilakukan
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menawarkan kompensasi Rp50 ribu per hari selama masa mudik dengan syarat warga menghentikan aktivitas berbahaya tersebut.
Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan di jalur Pantura yang padat pemudik.
Namun di lapangan, setelah kunjungan gubernur, para penyapu koin tetap kembali beraktivitas.
Bahkan jumlahnya disebut mencapai ratusan orang yang tersebar di sepanjang jalan sebelum dan sesudah jembatan.
Polisi Imbau Pemudik Waspada
Pihak kepolisian terus melakukan penertiban agar aktivitas tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas.
Kapolsek Pusakanagara mengimbau para pemudik untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melempar koin ke jalan karena dapat membahayakan pengguna jalan lain maupun para penyapu koin itu sendiri.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, fenomena ini masih menjadi tantangan setiap musim mudik, memperlihatkan dilema antara faktor ekonomi warga dan keselamatan di jalan raya.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prakiraan-cuaca-Kota-Pontianak-yang-diprediksi-akan-mengalami-hujan-ringan.jpg)