0
News
    Home Berita Featured IHSG Keuangan Spesial

    Penyebab IHSG Melemah 3%: Saham Big Caps Hingga Harga Minyak - Bloomberg Technoz

    9 min read

     

    Penyebab IHSG Melemah 3%: Saham Big Caps Hingga Harga Minyak

    Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026), di zona merah. IHSG melemah 248,31 poin atau minus 3,27% di posisi 7.337,36.

    IHSG sama–sekali tidak sempat menguat, posisi tertinggi pun hanya bertahan di level 7.403,73, seiring bergulirnya perdagangan Bursa Saham Indonesia terus melemah hingga mencapai posisi terendah 7.156,68 imbas melemahnya saham–saham big caps yang jadi pemberat.

    Penutupan IHSG Sesi II pada Senin 9 Maret 2026 (Bloomberg)

    Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp23,88 triliun dari sejumlah 46,8 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan.


    Tercatat ada sebanyak 708 saham melemah, dan 68 saham menguat. Sedang terdapat sejumlah 41 saham yang stagnan. Dengan frekuensi perdagangan yang terjadi menyentuh 2,47 juta kali diperjualbelikan.

    Penyebab IHSG Melemah

    Saham–saham transportasi, saham barang baku, dan saham properti menjadi pemberat IHSG dengan masing–masing melemah mencapai 5,21%, 4,59%, dan 4,57%.

    Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps, terutama jelang penutupan perdagangan hari ini.

    Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (9/3/2026).

    1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 15,77 poin
    2. Bayan Resources (BYAN) mengurangi 14,4 poin
    3. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 13,92 poin
    4. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 12,93 poin
    5. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 12,46 poin
    6. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 11,88 poin
    7. Astra International (ASII) mengurangi 11,3 poin
    8. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 9,5 poin
    9. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 7,81 poin
    10. Pertamina Gas Negara (PGAS) mengurangi 7,53 poin

    Adapun saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 7,69%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terpeleset 7,66%, dan saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga melemah dengan kehilangan 7,41%.

    Disusul oleh pelemahan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 6,62%, saham PT XLSmart Tbk (EXCL) melemah 6,52%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang mencetak pelemahan 5,59%.

    Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah di level 7.337,37 pada perdagangan Senin, setelah sempat menyentuh level terendahnya 7.156. Penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya karena kekurangan tempat penyimpanan minyaknya karena tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan. 

    “Akibatnya harga minyak mentah meningkat tajam di atas level US$100/barel, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global,” papar Phintraco, Senin.

    Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi menguji kembali level 7.200–7.300, jika masih cukup kuat ada peluang menguji resistance di 7.4.00-7.480. 

    “Sementara itu para Menteri Keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama. Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, diantaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina dan selama Perang Teluk pertama,” tutup Phintraco.

    (fad)


    Komentar
    Additional JS