Perang As-Iran Ancam Kenaikan Harga, KDM Kebut Infrastruktur untuk Selamatkan Jabar - Republika
Perang As-Iran Ancam Kenaikan Harga, KDM Kebut Infrastruktur untuk Selamatkan Jabar
Silpa 2025 hanya disisakan Rp520 ribu.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gejolak geopolitik saat ini membuat situasi ekonomi penuh tekanan. Meski demikian, strategi mempercepat proyek infrastruktur pada 2025 lalu dinilai menguntungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun ini dari situasi tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan, pada tahun lalu, ia mengambil keputusan untuk melakukan percepatan proyek infrastruktur di tengah efisiensi anggaran yang sangat tajam. Hasilnya, pada akhir tahun, proyek infrastruktur senilai Rp 629 miliar tuntas dikerjakan meski memakai skema tunda bayar.
“Orang caci maki saya, kenapa Pemda Jabar jebol anggaran harus bayar tunggakan Rp 629 miliar, saya senyum,” katanya, dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Semula, setiap tutup buku APBD Jabar menyisakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) hingga Rp 1,8 triliun. Namun di era kepemimpinannya, Silpa 2025 lalu hanya disisakan Rp 520.000.
“Per tahun saya memimpin Silpa-nya Rp 520.000,” kata gubernur yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) tersebut.
KDM pun mengungkap alasan pihaknya mempercepat pembangunan infrastruktur pada Oktober 2025 lalu. “Proyek-proyek saya kebut di bulan Oktober, saya tahu uangnya akan ada, saya tahu. Tapi saya bilang, proyeknya masukin. Kita akhirnya bisa belanja Rp 629 miliar. Kalau berani waktu itu kita ngutang Rp 1 triliun, kita lebih untung,” katanya.
Baca Juga :
KDM Doakan Korban Tewas Tertimbun Longsor Sampah Bantargebang: Semoga Diterima Iman dan IslamnyaHalaman 2 / 2

Untung yang dimaksud KDM itu dikarenakan tidak ada yang memprediksi jika 2026 situasi ekonomi akan memburuk. Dia menunjuk pengaruh perang Iran melawan Amerika dan Israel bisa mendorong kenaikan harga, dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak. Di sisi lain, pihaknya sudah menuntaskan proyek infrastruktur senilai Rp 629 miliar.
“Harga aspal akan naik, minyak tanah akan naik, kenapa? Ada perang, mobilisasi BBM. Pemda Provinsi Jawa Barat hari ini untung. Untung kenapa? Kita membayar pekerjaan yang harusnya dikerjakan tahun ini, dikerjakan tahun kemarin, dibayarnya tahun ini. Siapa yang pintar? Kotraktor apa gubernur?” paparnya.
KDM mengaku strateginya mempercepat belanja dan menggunakan skema tunda bayar pada 2025 tidak meramal situasi ekonomi 2026 akan seperti saat ini. Menurutnya kebijakan seperti ini sudah pernah ia terapkan saat memimpin Purwakarta selama dua periode.
“Pemerintah harus mencoba berimprovisasi, dibuat jalan yang cepat, tidak muter, bangun,” katanya. Tunda bayar sebesar Rp 629 miliar pun sudah dibayarkan oleh BPKAD Jabar sejak awal 2026 lalu.
Seperti diketahui, sejak peluncuran operasi militer "Epic Fury" pada 28 Februari 2026 antara Amerika Serikat dan Israel versus Iran, konflik tersebut telah memicu kenaikan harga minyak. Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur 20 persen pasokan minyak global menjadi ancaman serius bagi perekonomian internasional.
Sementara terkait kurs rupiah, sempat bergejolak menembus batas psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3/2026). Lonjakan harga minyak mentah dan tren depresiasi rupiah yang sempat menembus batas psikologis menjadi pukulan berganda bagi pengelolaan fiskal tahun 2026. Skenario terburuk saat ini, defisit fiskal berpotensi melonjak ke angka 3,6 persen sampai 3,7 persen.