0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gaza Konflik Timur Tengah Spesial

    Perang Iran Bikin Gaza Kian Tercekik, Warga Berebut Stok Pangan, Harga Makanan Melonjak Tajam - SindoNews

    8 min read

     

    Perang Iran Bikin Gaza Kian Tercekik, Warga Berebut Stok Pangan, Harga Makanan Melonjak Tajam

    Perang AS-Israel melawan Iran memperburuk krisis di Gaza. Perbatasan ditutup, bantuan terhambat, dan harga makanan melonjak tajam.

    Ringkasan Berita:
    • Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza setelah sejumlah perbatasan ditutup.
    • Penutupan tersebut membuat bantuan kemanusiaan dan pasokan makanan berkurang sehingga harga pangan melonjak tajam.
    • Akibatnya, warga Gaza berbondong-bondong ke pasar untuk membeli dan menimbun makanan karena khawatir stok akan semakin langka.
     

    TRIBUNNEWS.COM- Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran membawa dampak besar bagi situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Konflik regional yang pecah pada 28 Februari itu memperparah krisis yang sudah lama melanda wilayah tersebut.

    Dilansir dari Al JazeeraIsrael menutup sejumlah penyeberangan menuju Gaza pada hari pertama perang Iran.

    Penutupan tersebut menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan dan mengganggu distribusi makanan serta barang kebutuhan pokok bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di wilayah itu.

    Perbatasan Ditutup, Bantuan Terhambat

    Penutupan perbatasan membuat truk bantuan dan pasokan penting tidak dapat masuk seperti biasanya.

    Jalur penyeberangan Kerem Abu Salem (Kerem Shalom) sempat dibuka kembali secara terbatas, tetapi jumlah bantuan yang masuk masih jauh di bawah kebutuhan.

    Menurut pejabat kesehatan global, sekitar 600 truk bantuan per hari dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza.

    Namun saat ini hanya sekitar 200 truk yang diizinkan masuk.

    Selain bantuan makanan, pembatasan juga diberlakukan pada bahan bakar dan alat berat yang dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur serta membersihkan puing-puing bangunan akibat perang.

    Baca juga: Genosida Gaza Dapat Terjadi di Iran

    Harga Pangan Melonjak

    Kondisi tersebut langsung berdampak pada pasar lokal di Gaza.

    Warga berbondong-bondong ke pasar untuk membeli makanan sebelum stok habis.

    Dikutip dari Middle East Eye, para pedagang dan warga melaporkan harga sejumlah bahan pokok melonjak drastis hanya dalam beberapa hari.

    Harga bawang yang sebelumnya sekitar 3 shekel kini naik menjadi sekitar 15 shekel.

    Sementara minyak goreng juga mengalami kenaikan tajam.

    Sejumlah sayuran seperti tomat, mentimun, dan kentang juga menjadi jauh lebih mahal.

    Akibatnya, bahan pangan tersebut sulit dijangkau oleh banyak keluarga yang pendapatannya telah menurun akibat perang.

    Warga Panik Menimbun Makanan

    Situasi ini memicu kepanikan di kalangan warga Gaza.

    Banyak keluarga membeli apa pun yang tersedia di pasar untuk disimpan di rumah karena khawatir pasokan akan semakin menipis.

    Seorang warga Gaza mengatakan ia menghabiskan sebagian besar tabungannya untuk membeli persediaan makanan karena takut perbatasan tetap ditutup dalam waktu lama.

    Ketergantungan Gaza terhadap pasokan dari luar wilayah membuat penutupan perbatasan langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.

    Hampir semua makanan, obat-obatan, dan bahan bakar masuk melalui jalur perbatasan dengan Israel dan Mesir.

    Baca juga: Pakar UI Sebut Board of Peace untuk Melanggengkan Penjajahan Israel di Gaza: Indonesia Harus Keluar

    Kekhawatiran Krisis Kemanusiaan

    Analis dan lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa perang Iran telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.

    Pembatasan ketat di perbatasan dinilai membuat kehidupan warga semakin sulit.

    Ramy Abdu dari Euro-Med Human Rights Monitor mengatakan perang regional memberi ruang bagi Israel untuk memperketat kontrol di Gaza, sementara perhatian dunia beralih ke konflik Iran.

    Organisasi kemanusiaan juga memperingatkan risiko meningkatnya kelaparan dan kekurangan gizi, terutama di kalangan anak-anak.

    Rumah sakit di Gaza bahkan dilaporkan beroperasi dengan kapasitas terbatas karena kekurangan bahan bakar dan obat-obatan.

    Situasi ini membuat jutaan warga Gaza menghadapi ketidakpastian besar mengenai ketersediaan makanan dan bantuan dalam beberapa waktu ke depan.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS