Periode Mudik Dimulai, Menhub Resmi Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026 - Republika
Periode Mudik Dimulai, Menhub Resmi Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 (1447 H) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan posko ini menjadi tempat seluruh pemangku kepentingan berkumpul untuk berkoordinasi dan menyiapkan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Lebaran agar berjalan aman, nyaman, dan selamat.
"Posko ini bersifat nasional sehingga kita akan mencakup seluruh wilayah Indonesia selama masa mudik Lebaran, mulai 13 Maret sampai 30 Maret," ujar Dudy saat pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 (1447 H) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dudy menjelaskan tujuan utama posko adalah memastikan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antarinstansi. Dengan demikian, jika terjadi masalah di lapangan, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Ia juga mempersilakan awak media menggunakan posko sebagai sumber informasi resmi agar masyarakat mendapatkan berita yang akurat dan terhindar dari hoaks yang dapat menyesatkan pemudik.
"Besar harapan kami rekan-rekan media, apabila membutuhkan informasi terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran, dapat memperolehnya di sini untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan," ucap Dudy.
Dalam koordinasi tersebut, kata Dudy, berbagai pihak terlibat, antara lain Korlantas Polri, Basarnas, BMKG, BNPB, BUMN seperti Jasa Marga dan Jasa Raharja, serta operator transportasi seperti ASDP yang menangani titik-titik krusial penyeberangan seperti Merak dan Ketapang. Dudy meminta seluruh pihak bersiap menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
"Informasi dari berbagai pihak penting dalam mempersiapkan hal-hal yang diperlukan apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," kata Dudy.
Halaman 2 / 2
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah dan skenario untuk memastikan perjalanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berlangsung aman dan selamat. Persiapan tersebut dimatangkan melalui koordinasi lintas lembaga di Command Center Korlantas Polri Km 29 Tol Jakarta–Cikampek, Kamis (12/3/2026).
Command Center Km 29 berfungsi sebagai pusat kendali terintegrasi berbasis teknologi untuk memantau, menganalisis, dan mengelola arus lalu lintas secara real time, baik di jalur tol, jalur arteri, maupun jalur penyeberangan. Fasilitas ini menjadi titik koordinasi pengendalian lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Tentunya kita semua stakeholder sudah melakukan langkah-langkah cara bertindak, termasuk skenario-skenario dalam rangka memastikan negara hadir menjamin seluruh perjalanan arus mudik dan arus balik. Termasuk juga momentum sosial dan spiritual rangkaian bulan suci Ramadan, Idulfitri hingga perayaan Nyepi harus berlangsung aman dan selamat,” kata Agus di Command Center Km 29 Cikampek, dikutip Jumat (13/3/2026).

Agus menjelaskan berbagai persiapan dilakukan bersama sejumlah pihak, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, serta berbagai pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan berjalan terpadu selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
“Operasi Ketupat dengan tagline dari Bapak Kapolri ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ harus berjalan sesuai rencana. Bukan hanya di bidang lalu lintas atau sekadar mengurusi mudik dan balik, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual Ramadan, Idulfitri hingga Nyepi berlangsung aman dari kriminalitas dan lancar dari sisi lalu lintas,” kata Agus.
Agus menilai perjalanan mudik merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Karena itu, negara berupaya memastikan perjalanan berlangsung aman hingga para pemudik kembali ke tempat tugas masing-masing.
“Negara punya tujuan luar biasa agar masyarakat yang berangkat ke kampung halaman bisa sampai dengan selamat. Operasi Ketupat adalah perjalanan rindu masyarakat terhadap kampung halaman. Setelah tiba, mereka juga harus kembali ke tempat tugas dengan aman dan bahagia,” kata Agus.