Polisi Sebut Aktivis Kontras Andrie Yunus Belum Bisa Dimintai Keterangan karena Masih Pemulihan - Tribunnews
Polisi Sebut Aktivis Kontras Andrie Yunus Belum Bisa Dimintai Keterangan karena Masih Pemulihan
Andrie belum bisa dimintai keterangan lantaran masih fokus melakukan pemulihan pasca jadi korban penyiraman air keras.
Ringkasan Berita:
- Polda Metro Jaya menyatakan belum bisa meminta keterangan dari Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terkait kasus penyiraman air keras yang menimpanya pada Kamis (12/3/2026) malam.
- Menurut Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto, Andrie masih fokus menjalani pemulihan di RSCM Jakarta setelah didiagnosa mengalami luka bakar 24 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan belum bisa memintai keterangan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus terkait kasus penyiraman air keras yang menimpanya pada Kamis (12/3/2026) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Andrie belum bisa dimintai keterangan lantaran masih fokus melakukan pemulihan pasca jadi korban penyiraman air keras.
"Belum bisa (dimintai keterangan) karena masih fokus pemulihan dulu," kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (25/3/2026).
Budi menerangkan bahwa hingga kini Andrie masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pasca alami insiden tersebut.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil diagnosa tim dokter RSCM, Andrie mengalami luka bakar 24 persen.
"Kondisi korban masih dalam perawatan, didiagnosa mengalami luka bakar 24 persen," ujarnya.
Sementara itu dia juga menegaskan, kasus yang menimpa Andrie itu kini masih ditangani secara serius oleh pihaknya.
Adapun kasus itu kini dalam penyidikan ketat pihak Polres Metro Jakarta Pusat dan dibantu jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dari penyidikan sementara itu kata Budi, penyidik juga telah memeriksa sebanyak 2 orang saksi untuk mengusut perkara tersebut.
"Saksi yang sudah diperiksa 2 orang. Saat ini masih melakukan penyidikan dengan scientific crime investigation untuk menemukan pelakunya. Perkara ini menjadi prioritas Polda Metro Jaya dan Mabes Polri," jelasnya.
Pelaku Diduga Dua Orang
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun KontraS dan dirilis pada Jumat (13/3/2026), Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat sekitar pukul 23.37 WIB.
Dua orang pelaku lalu menghampiri Andrie secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua.
Kendraan itu diduga merupakan motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021.
Pelaku diduga merupakan dua orang laki-laki yang melakukan aksinya dengan menggunakan satu motor.
Masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang.
Pelaku pertama yang merupakan pengendara menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai "buff" berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya.
Akibat serangan itu, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.
Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik Andrie yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penyiraman-air-keras-terhadap-aktivis-HAM-dari-KontraS-Andrie-Yunus.jpg)