0
News
    Home Bantargebang Berita Featured Lintas Peristiwa Longsor Pramono Anung Spesial

    Pramono Anung Sebut Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang Hingga 4 Orang Tewas Dipicu Hujan Ekstrem - Merdeka

    4 min read

     

    Pramono Anung Sebut Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang Hingga 4 Orang Tewas Dipicu Hujan Ekstrem

    Menurut Pramono, tingginya curah hujan yang berlangsung lama membuat kondisi tumpukan sampah menjadi licin sehingga memicu terjadinya longsor.



    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

    Gubernur Pramono Anung menyebut longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang diduga dipicu hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam durasi panjang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

    Menurut Pramono, tingginya curah hujan yang berlangsung lama membuat kondisi tumpukan sampah menjadi licin sehingga memicu terjadinya longsor.

    Pramono menjelaskan, longsor terjadi di Zona 4A TPST Bantargebang sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, jalan operasional di kawasan tersebut serta aliran Sungai Ciketing tertutup timbunan sampah sepanjang kurang lebih 40 meter.

    “Peristiwa longsor tersebut di Zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026).

    Curah Hujan Sangat Tinggi

    Ia menambahkan, curah hujan yang sangat tinggi menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor di lokasi pembuangan sampah terbesar di kawasan Jakarta tersebut. Pada hari kejadian, curah hujan tercatat mencapai 264 milimeter per hari.

    “Kemarin itu 264 mm per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta dan kemudian karena hujan yang lama, masuk ke dalam sampah, menyebabkan sliding atau licin kemudian longsor ke bawah,” jelas dia.

    Untuk menangani dampak kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

    Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan 19 unit ekskavator dan tujuh ambulans untuk mempercepat proses penanganan di lokasi.

    Empat Korban Meninggal Dunia

    Pramono juga menyampaikan bahwa empat orang meninggal dunia akibat longsor tersebut. Para korban terdiri dari dua sopir, seorang pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, serta seorang pemulung perempuan.

    “Empat orang yang meninggal: dua orang sopir, satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi dua laki-laki, dua perempuan,” kata dia.


    Komentar
    Additional JS