Riset UI dan RISED Ungkap Dampak Positif MBG bagi Penerima Manfaat - SindoNews
Riset UI dan RISED Ungkap Dampak Positif MBG bagi Penerima Manfaat
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 06 Maret 2026 - 19:34 WIB
Sejumlah riset terbaru menunjukkan program MBG memberikan berbagai dampak positif bagi penerima manfaat. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Sejumlah riset terbaru menunjukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan berbagai dampak positif bagi siswa dan keluarga penerima manfaat. Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi rumah tangga serta meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah.
"Salah satu temuan paling menggembirakan dari riset ini adalah tingginya penerimaan masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Para orang tua siswa yang ditemui di lapangan umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini," ujar Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, seperti dikutip, Jumat (6/3/2026).
Temuan tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia yang dirilis pada Maret 2026 serta kajian dari Research Institute of Socio-Economic Development pada Februari 2026. Kedua studi tersebut menilai program MBG tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi keluarga.
Baca Juga: Relevansi MBG Terhadap Pendidikan dan Penguatan Karakter
Hasil riset LabSosio UI menunjukkan program ini membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga serta menghemat uang jajan anak. Data penelitian juga menunjukkan hampir separuh siswa, yakni 48,5%, jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah, sementara 85,8% siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan.
Temuan tersebut selaras dengan kajian RISED yang menunjukkan dukungan kuat dari keluarga penerima manfaat terhadap keberlanjutan program ini. "Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.
Penelitian RISED juga mencatat adanya perubahan kebiasaan makan pada anak penerima manfaat. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, sementara 55% menyatakan anak lebih mudah menerima variasi jenis makanan yang sebelumnya jarang dikonsumsi.
Dampak positif program tersebut juga dirasakan langsung oleh orang tua siswa. Seorang wali murid bernama Adriana Hedmunrewa dari Desa Kalinawano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mengaku melihat perubahan pada anaknya, Antonio Adrian Stefanus, siswa kelas VI SD Negeri Weetabula II.
"Kalau menurut saya ini membantu sekali. Sambil menunggu jam istirahat mereka sudah makan MBG. Aktivitas belajarnya di sekolah juga jadi lebih aktif. Sekarang dia belajar matematika sudah bisa sendiri, tidak dibantu lagi. Ketika anak saya menerima rapor, nilainya meningkat rata-rata delapan. Fisik juga jadi terlihat lebih segar dan berenergi," terang Adriana.
Baca Juga: Garuda Institute Sebut Program MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Meski demikian, para peneliti menilai pelaksanaan program berskala besar seperti MBG masih memerlukan proses penyesuaian di lapangan. Beberapa tantangan operasional, mulai dari pengelolaan distribusi hingga pengawasan kualitas makanan, masih perlu diperbaiki agar program berjalan lebih optimal.
"Kami merekomendasikan pendekatan yang lebih partisipatif dan kolaboratif untuk menjalankan program MBG. Salah satu langkah kuncinya adalah menempatkan sekolah sebagai subjek utama sejak tahap perencanaan. Keterlibatan aktif Dinas Kesehatan perlu dilakukan untuk melakukan supervisi dan pengawasan standar mutu dapur secara berkala," saran Hari Nugroho.
Secara keseluruhan, berbagai kajian tersebut menilai program MBG telah meletakkan fondasi penting dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak. Dengan penyempurnaan berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa