0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Rusia Spesial

    Rusia Bantah Pasok Drone ke Iran untuk Lawan AS dan Israel - detik

    3 min read

      

    Rusia Bantah Pasok Drone ke Iran untuk Lawan AS dan Israel

    Fino Yurio Kristo - detikInet


    Bunker drone Iran. Foto: NY Post

    Jakarta -

    Menurut laporan intelijen Barat yang diberitakan oleh Financial Times, Rusia mengirimkan drone ke Iran untuk membantu sekutunya tersebut dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Pihak Rusia pun membantahnya.

    Laporan ini muncul di tengah tuduhan bahwa Moskow memberikan dukungan intelijen kepada Teheran. Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim bahwa Kyiv memiliki bukti tak terbantahkan Rusia membantu Iran menargetkan aset-aset AS di Timur Tengah.

    Dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan jika para pejabat senior Iran dan Rusia membahas pengiriman drone, obat-obatan, dan makanan secara rahasia. Pembahasan ini dilakukan tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran akhir Februari lalu.

    Menurut sumber, Rusia mulai mengirimkan pasokan drone awal Maret dan hampir menyelesaikan tahap akhir pengirimannya. Seluruh rangkaian pengiriman diperkirakan akan rampung pada akhir bulan.

    Ketika ditanya mengenai pengiriman drone tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memberi bantahan. "Saat ini banyak kabar bohong beredar. Satu hal yang pasti, kami terus melanjutkan dialog dengan para pemimpin Iran," ungkapnya kepada FT.

    Pengiriman drone ini akan jadi bantuan militer mematikan pertama yang diberikan Rusia ke Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Moskow membantah tuduhan yang menyebutkan pihaknya memberi dukungan intelijen pada Iran, terkait laporan mereka memasok informasi pada Teheran mengenai lokasi fasilitas militer AS, termasuk kapal dan pesawat.

    Direktur CIA John Ratcliffe mengonfirmasi pada 18 Maret bahwa Iran minta bantuan intelijen dari sekutunya, termasuk Rusia. Namun, ia enggan menyatakan apakah AS punya bukti Rusia sungguh memberikan informasi intelijen. Presiden Donald Trump sendiri mengatakan informasi intelijen takkan memberi pengaruh berarti terhadap kemampuan Iran.

    Rusia dan Iran mempererat kerja sama mereka beberapa tahun terakhir, terutama selama perang Moskow melawan Ukraina. Dikutip detikINET dari Kyiv Independent, Iran memasok drone dan peralatan militer pasukan Rusia. Belakangan, Rusia memproduksi drone dengan teknologi Iran dan menyempurnakan kekampuannya.

    Rusia rutin meluncurkan ratusan drone jenis Shahed dalam serangan massal terhadap kota-kota di Ukraina. Dalam sebuah serangan pada 24 Maret, lebih dari 500 drone kamikaze menargetkan berbagai wilayah di seluruh penjuru negara tersebut.

    Ukraina sendiri jadi sangat mahir menangkis drone buatan Iran, sehingga Kyiv menawarkan untuk membagikan keahliannya kepada negara-negara di Timur Tengah yang saat ini menghadapi serangan rutin dari drone Shahed.

    "Kami sedang menjalin komunikasi dengan negara-negara di Timur Tengah dan Teluk yang saat ini menunjukkan minat besar terhadap pengalaman Ukraina dalam bertahan dari serangan drone," tulis Zelensky di X.


    Komentar
    Additional JS