0
News
    Home BCA Berita Featured Keuangan Saham Spesial

    Saham BBCA Jangan-jangan Jadi Segini - Investor ID

    6 min read

     

    Saham BBCA Jangan-jangan Jadi Segini

    JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA diparkir minus 1,79% ke Rp 6.875 pada akhir sesi I perdagangan Senin (9/3/2026). Saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini mengalami tekanan jual.

    Sebanyak 78,32 juta saham BCA (BBCA) diperdagangkan, frekuensi 32.805 kali, dan nilai transaksi Rp 539,09 miliar. Mengacu pada data di aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA membukukan net sell Rp 119,7 miliar.

    Sepanjang pekan lalu, saham BCA juga mayoritas memerah dengan hanya dua kali hijau. Investor asing membukukan net sell  di saham ini Rp 707,31 miliar pada periode 2-6 Maret 2026.

    Dalam analisisnya untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas sempat memperkirakan saham BBCA masih bisa melemah ke kisaran 6.600-6.700, sehingga merekomendasikan buy on weakness di area tersebut.

    Target harga pertamanya 7.275, dan target harga kedua 7.575. Stoploss saham BBCA jika turun ke bawah level 6.375.

    Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya menyatakan prospek saham BBCA dinilai tetap solid meski industri perbankan menghadapi tantangan penurunan margin bunga bersih pada 2026. 

    BRIDS memprediksi BBCA akan mencatatkan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp 79,58 triliun pada 2026. Naik 5,73% dari 2025. Adapun laba bersih diprediksi menembus Rp 60 triliun, atau meningkat 5,35% dari tahun sebelumnya.

    BRIDS memperkirakan margin bunga bersih (NIM) BCA berpotensi mendapatkan tantangan pada 2026 seiring penurunan yield kredit. Manajemen BBCA memproyeksikan NIM berada di kisaran 5,4%–5,6% dengan pertumbuhan kredit sekitar 8%–10%, serta biaya kredit yang relatif stabil di kisaran 0,4%–0,5%.

    Baca juga: Titik Tertinggi Saham BBCA 

    Untuk menjaga profitabilitas, BCA diperkirakan akan mengandalkan peningkatan efisiensi operasional serta pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dan fee. Rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) diproyeksikan membaik ke kisaran 31%–33% dalam beberapa tahun ke depan. 

    “Kami mempertahankan rekomendasi Beli untuk BBCA dengan target harga Rp 11.400, yang lebiih tinggi dari sebelumnya Rp 10.800,” tulis Victor dan Naura dalam riset, Jumat (6/3/2026). 

    Editor: Theresa Sandra Desfika

    Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

    Follow

    Baca Berita Lainnya di Google News

    Read Now

    Berita Terkait



    Komentar
    Additional JS