0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM - suara

    6 min read

     

    Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM



    Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM
    Ilustrasi mobil dinas listrik. [Ist]
    Baca 10 detik
    • Konflik Timur Tengah memicu krisis energi, memaksa negara melakukan penghematan besar pada operasional pemerintahan.
    • Pakistan tarik enam puluh persen kendaraan dinas dan potong kuota bahan bakar minyak aparatur negara.
    • Prabowo berencana melarang pembelian mobil dinas baru serta mengkaji pembatasan mobilitas pejabat lewat sistem WFH.

    Suara.com - Eskalasi konflik geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah kini bukan sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi kantong negara-negara di seluruh dunia. Ancaman krisis energi global dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak terkendali memaksa banyak pemerintahan menarik "rem darurat". Sabuk pengaman ekonomi harus dikencangkan sedemikian rupa demi mencegah jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Menariknya, dalam menghadapi badai ekonomi ini, kemewahan fasilitas birokrasi menjadi sasaran empuk pemangkasan.

    Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah lebih dulu mengambil tindakan ekstrem yang membuat para birokratnya "turun mesin".

    Kini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dilaporkan tengah membidik langkah serupa. Di kedua negara ini, sektor otomotif di lingkup pemerintahan dipastikan menjadi korban pertama dari kebijakan efisiensi massal.

    Perbandingan Strategi Penghematan Pakistan dan Indonesia

    Meski sama-sama membidik sektor otomotif pemerintahan dan mobilitas pejabat sebagai sasaran utama penghematan energi, pendekatan Pakistan dan Indonesia memiliki perbedaan yang mencolok dalam fase pelaksanaannya.

    Berikut adalah perbandingan langkah kedua negara:

    Sifat dan Target Kebijakan:

    • Pakistan: Mengambil langkah represif dan instan sebagai respons darurat atas lonjakan drastis harga BBM (hingga 55 Rupee per liter).
    • Indonesia: Cenderung bersifat preventif dan strategis. Langkah Presiden Prabowo merupakan wacana dan instruksi antisipasi untuk menjaga stabilitas APBN sebelum krisis semakin memburuk.

    Pengelolaan Kendaraan Dinas:

    Baca Juga: Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil

    • Pakistan: Melakukan penyitaan paksa secara masif. Sebanyak 60 persen kendaraan operasional negara ditarik dan dilarang mengaspal selama dua bulan penuh, ditambah moratorium pembelian mobil baru.
    • Indonesia: Memilih jalur penghentian belanja fasilitas non-mendesak. Terdapat wacana larangan mutlak pembelian mobil dinas baru (termasuk AC), namun tanpa harus menyita kendaraan fisik yang saat ini sudah beroperasi.

    Efisiensi Kuota BBM Pejabat:

    • Pakistan: Menyunat kuota BBM kendaraan dinas yang tersisa hingga 50 persen. Langkah ini diawasi dengan sangat ketat oleh auditor pihak ketiga agar tidak ada kecurangan.
    • Indonesia: Lebih menekankan pada instruksi penghematan internal. Presiden menginstruksikan seluruh jajaran kementerian untuk menekan angka konsumsi BBM nasional guna melindungi ekonomi negara.

    Skema Jam Kerja dan Mobilitas:

    • Pakistan: Memangkas hari kerja aparatur pemerintah menjadi hanya empat hari sepekan guna menekan pergerakan secara frontal.
    • Indonesia: Mengkaji opsi yang adaptif dengan menjadikan Pakistan sebagai role model, yakni rencana penerapan skema 50 persen Work From Home (WFH). Skema ini dinilai ampuh menekan mobilitas birokrasi secara drastis di jalanan.

    Langkah Nyata Pakistan: "Turun Mesin" Massal di Lingkungan Pemerintahan

    Apa yang terjadi di Pakistan adalah contoh nyata bagaimana negara memprioritaskan keselamatan ekonomi di atas fasilitas pejabat.

    Dilansir dari The Times Of India, lLarangan mutlak bagi instansi pemerintah untuk membeli kendaraan baru diberlakukan tanpa pandang bulu. Seluruh anggaran peremajaan armada dinas dibekukan sepenuhnya.

    Tidak hanya menahan pembelian mobil baru, pemerintah Pakistan bahkan membatasi pergerakan fisik para pegawai negerinya melalui pemangkasan hari kerja.


    Komentar
    Additional JS