0
News
    Home BBM Berita Featured IEA Selat Hormuz Spesial

    Selat Hormuz Memanas, IEA Pastikan Cadangan BBM Semakin Kritis - SindoNews

    4 min read

      

    Selat Hormuz Memanas, IEA Pastikan Cadangan BBM Semakin Kritis


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Rabu, 18 Maret 2026 - 10:01 WIB


    EA Pastikan Cadangan BBM Semakin Kritis. FOTO/ DAILY

    JAKARTA - Pada tanggal 15 Maret, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan bahwa lebih dari 400 juta barel minyak dari cadangan akan segera dilepas ke pasar untuk membantu mendinginkan kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

    Menurut pengumuman tersebut, minyak dari cadangan negara-negara anggota di Asia dan Oseania akan segera dilepaskan, sementara pasokan dari Amerika dan Eropa diperkirakan akan mulai memasuki pasar mulai akhir Maret 2026.

    Sebanyak 32 negara anggota IEA sepakat pada tanggal 11 Maret untuk melepaskan 400 juta barel minyak guna menanggapi gangguan pasokan yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

    Dari jumlah tersebut, 271,7 juta barel berasal dari cadangan nasional, 116,6 juta barel dari cadangan yang diamanatkan industri, dan 23,6 juta barel dari sumber lain.

    Sekitar 72% dari minyak yang dilepaskan adalah minyak mentah, sedangkan 28% adalah produk minyak bumi olahan.

    Berdasarkan wilayah, negara-negara anggota di Amerika memberikan kontribusi terbesar dengan 195,8 juta barel, di mana 172,2 juta barel berasal dari cadanganpemerintah.

    Negara-negara di kawasan Asia-Oseania berkomitmen untuk memasok 108,6 juta barel, termasuk 66,8 juta barel dari cadangan nasional, sementara Eropa menyumbang 107,5 juta barel, di mana 32,7 juta barel berasal dari cadangan negara.

    IEA mengatakan pelepasan cadangan tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak gangguan pasokan yang terkait dengan ketegangan di Selat Hormuz – jalur pelayaran untuk sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.

    Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa harga minyak dapat naik hingg USD200 per barel karena serangan terhadap kapal komersial di wilayah tersebut terus berlanjut.

    Didirikan pada tahun 1974 setelah krisis minyak, IEA mengoordinasikan penggunaan cadangan strategis di antaraberbagai negara. Ini adalah kali keenam lembaga tersebut menyelenggarakan pelepasan cadangan strategis secara terkoordinasi.

    Menurut IEA, negara-negara anggota saat ini memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat nasional, bersama dengan sekitar 600 juta barel cadangan wajib yang dimiliki oleh industri.

    Badan tersebut menyatakan bahwa pelepasan minyak dalam jumlah besar ke pasar akan menciptakan "penyangga penting" bagi pasokan global, tetapi menekankan bahwa pemulihan pengiriman normal melalui Selat Hormuz tetap menjadi kunci untuk menstabilkan pasar minyak.

    (wbs)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Jika Diinvasi Barat,...

    Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir

    Komentar
    Additional JS