0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Palestina Spesial

    Serangan Israel Tewaskan 13 Warga Palestina di Gaza, Perlintasan Rafah Akan Dibuka Kembali - Tribunnews

    5 min read

      

    Serangan Israel Tewaskan 13 Warga Palestina di Gaza, Perlintasan Rafah Akan Dibuka Kembali

    Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk anak-anak dan wanita hamil, perlintasan Rafah dibuka Rabu.

    Ringkasan Berita:
    • Serangan udara Israel menewaskan 13 warga Palestina di Gaza, termasuk anak-anak dan wanita hamil.
    • Sembilan petugas polisi juga tewas dalam serangan terpisah di wilayah tengah Gaza.
    • Perlintasan Rafah akan dibuka sebagian untuk penumpang terbatas mulai Rabu (18/3/2026).

    TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk dua anak dan seorang wanita hamil, menurut laporan Rumah Sakit Al-Aqsa dan Kementerian Kesehatan Gaza, Minggu (15/3/2026).

    Serangan juga menewaskan sembilan petugas polisi di kendaraan mereka di wilayah tengah Gaza.

    Dikutip dari Al Jazeera, 14 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

    Serangan terjadi di kamp pengungsi Nuseirat, menimpa sebuah rumah yang menewaskan empat orang, termasuk pasangan suami-istri berusia 30-an, anak mereka yang berusia 10 tahun, dan seorang tetangga berusia 15 tahun.

    Dikutip dari Haaretz, dan PBS, wanita yang meninggal tengah mengandung anak kembar.

    Seorang tetangga menyebut serangan terjadi tanpa peringatan.

    Di lokasi terpisah, sebuah kendaraan polisi dihantam di rute Salah al-Din, menewaskan sembilan petugas, termasuk Kolonel Iyad Ab Yousef.

    Kementerian Dalam Negeri Gaza mengutuk serangan tersebut sebagai "kejahatan keji" terhadap personel yang sedang menjalankan tugas keamanan selama Ramadan.

    Militer Israel belum memberi komentar langsung.

    Baca juga: Peringatan Hari Al-Quds: Aliansi Kecam Invasi AS-Israel ke Iran dan Serukan Hentikan Blokade Gaza

    Lebih dari 20.000 pasien di Gaza menunggu evakuasi medis karena perlintasan Rafah yang menuju Mesir akan dibuka sebagian mulai Rabu (18/3/2026).

    COGAT, badan militer Israel yang mengawasi urusan sipil Palestina, menyatakan perlintasan hanya untuk pergerakan penumpang terbatas, tanpa pengiriman barang, dan dengan izin keamanan Israel serta koordinasi Mesir.

    Direktur WHO wilayah Mediterania Timur memperingatkan pasokan bantuan masih jauh di bawah kebutuhan harian.

    Hampir setengah obat-obatan penting dan dua pertiga persediaan medis di Gaza menipis, sementara badai pasir baru-baru ini merusak banyak tempat penampungan warga yang mengungsi.

    Meski gencatan senjata telah diterapkan sejak Oktober 2025, serangan Israel masih berlangsung hampir setiap hari, menewaskan lebih dari 650 warga Palestina sejak 10 Oktober, termasuk perempuan dan anak-anak.

    Konflik yang dimulai pada Oktober 2023 itu telah menewaskan lebih dari 72.200 warga Palestina.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS