0
News
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Pati Spesial

    Siswa Pati "Mokel" karena MBG, PCNU Usulkan Diganti Paket Sembako - detik

    4 min read

     

    Siswa Pati "Mokel" karena MBG, PCNU Usulkan Diganti Paket Sembako

    PATI, KOMPAS.com - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Pati selama bulan Ramadhan memicu persoalan baru.

    Program yang bertujuan memenuhi gizi siswa tersebut dilaporkan membuat sejumlah siswa membatalkan puasa atau "mokel" setelah menerima paket makanan di sekolah.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Walaupun sudah diupayakan menu kering, ternyata anak-anak masih terpengaruh untuk mokel,” ujar Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, Sabtu (7/3/2026).

    Baca juga: Lele Mentah Amis Menyengat, 1.022 Porsi MBG Ditolak di SMA 2 Pamekasan

    Yusuf menjelaskan, fenomena siswa membatalkan puasa ini ditemukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

    Sahur Saat Azan Subuh, Apakah Puasa Tetap Sah?

    Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pihak sekolah dan orangtua terhadap kedisiplinan ibadah anak-anak selama bulan suci.

    Sebagai dampaknya, sejumlah yayasan dan lembaga pendidikan di Pati memutuskan untuk tidak menerima distribusi MBG selama Ramadan demi menjaga kelancaran ibadah siswa.

    Baca juga: BGN Perintahkan SPPG Upload Menu MBG di Medsos Setiap Hari

    Usul Dialihkan Jadi Paket Sembako Mentah

    Menyikapi fenomena tersebut, PCNU Pati mengusulkan agar skema program MBG selama Ramadhan dievaluasi.

    Yusuf menyarankan agar bantuan makanan siap saji dialihkan menjadi paket bahan pokok mentah atau sembako, seperti beras, telur, dan bahan makanan lainnya yang bisa diolah oleh orangtua di rumah masing-masing.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Kalau makanan cepat saji khawatirnya langsung dimakan. Kalau sembako bisa dimasak di rumah,” jelas Yusuf.

    Baca juga: BGN Minta SPPG Tak Reaktif dengan Narasi Liar di Medsos: Fokus Kualitas!

    Ia juga mengusulkan agar frekuensi pembagian paket mentah tersebut bisa dilakukan dua hingga tiga hari sekali atau seminggu sekali dengan menyesuaikan pagu anggaran yang tersedia.

    Namun, usulan ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN).

    Sementara itu, Koordinator MBG wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menegaskan bahwa pihak sekolah memang memiliki kewenangan untuk menolak program tersebut selama bulan puasa.

    Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menjalankan distribusi seperti biasa bagi sekolah yang bersedia, namun bagi yang keberatan cukup melampirkan surat pernyataan resmi.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS