0
News
    Home Berita Featured Ketahanan Pangan Mentan Spesial

    Soal Ketahanan Pangan, Mentan: Banyak Negara Datang Belajar ke Indonesia - Netralnews

    3 min read

     

    Soal Ketahanan Pangan, Mentan: Banyak Negara Datang Belajar ke Indonesia

    Indonesia kini jadi rujukan dunia di sektor pangan.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

    (Antara)

    JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu acuan dunia dalam sektor pangan.

    Ia menjelaskan bahwa Indonesia bahkan telah memperoleh pengakuan internasional di bidang pangan berkat keberhasilan dalam mencapai swasembada.

    “Banyak negara datang belajar ke Indonesia, mulai dari Jepang, Kanada, hingga Belarus. Ini bukti bahwa kita berada di jalur yang benar menuju swasembada pangan,” ujarnya pada acara pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI di Makassar, Kamis.

    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa krisis pangan tetap menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi stabilitas suatu negara.

    Menurutnya, ketergantungan terhadap impor tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan politik. “Satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor,” tegasnya.

    Amran juga menyoroti pentingnya kerja keras sebagai kunci keberhasilan. Ia menekankan bahwa usaha nyata harus berjalan seiring dengan doa.

    “Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis. Kita harus bersatu dan bekerja nyata,” katanya di hadapan peserta PSBM.

    Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai program strategis pemerintah, seperti efisiensi energi serta hilirisasi komoditas unggulan. Salah satunya adalah hilirisasi kelapa yang dinilai memiliki potensi ekonomi hingga Rp5.000 triliun. Komoditas lain seperti gambir juga disebut memiliki potensi nilai serupa.

    Selain itu, Indonesia saat ini telah menguasai pasar global minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil, yang menjadikannya sebagai salah satu pemain utama di industri tersebut. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kemampuan Indonesia untuk memimpin di sektor pangan dan agribisnis global.

    Dalam momen penting lainnya, Indonesia juga berhasil melakukan ekspor beras sebanyak 10.000 ton ke Palestina, yang disebut sebagai ekspor pertama ke wilayah tersebut.

    Amran kembali menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama kekuatan bangsa. Ia pun mengajak para saudagar Bugis Makassar untuk berkolaborasi dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis potensi lokal.


    Komentar
    Additional JS