Spesies Langka Muncul Lagi Setelah 40 Tahun Hilang, Ilmuwan Senang - detik
Spesies Langka Muncul Lagi Setelah 40 Tahun Hilang, Ilmuwan Senang
Rachmatunnisa - detikInet
Seekor kelinci Hainan terlihat di Cagar Alam Nasional Datian di pulau Hainan, China pada 2001. Foto: Kadoorie Farm and Botanic Garden
Kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan datang dari dunia satwa liar. Seekor spesies langka yang sudah tidak terlihat selama sekitar 40 tahun tiba-tiba muncul kembali di alam liar.
Pada Desember 2024, para peneliti menemukan bangkai kelinci Hainan (Lepus hainanus), spesies yang sebelumnya dianggap hanya terbatas di wilayah barat pulau tersebut. Bangkai tersebut ditemukan secara kebetulan di sepanjang jalan raya di bagian timur laut pulau. Ciri-ciri tubuhnya menunjukkan kelinci tersebut tewas tertabrak kendaraan.
Kemunculan ini terjadi secara tak terduga dan langsung menarik perhatian para ilmuwan serta pemerhati konservasi. Spesies tersebut sebelumnya dianggap sangat langka bahkan nyaris menghilang dari habitatnya.
Mengutip laporan Live Science, Minggu (29/3/2026), selama beberapa dekade, tidak ada laporan resmi mengenai keberadaannya. Oleh karena itu, kemunculan kembali hewan ini membuat para ilmuwan senang, dan disebut sebagai penemuan penting yang memberikan harapan baru bagi upaya konservasi.
Michael Hui, seorang petugas konservasi di Kadoorie Farm and Botanic Garden (KFBG) yang terlibat dalam studi, menyebut kemunculan ini menjadi bukti bahwa spesies tersebut masih bertahan meski tekanan lingkungan dan aktivitas manusia terus meningkat.
"Ini memberikan harapan bagi spesies yang terancam punah secara nasional ini karena wilayah sebarannya saat ini lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya," ujarnya.
Penemuan kelinci Hainan juga membuka peluang baru bagi ilmuwan untuk mempelajari kembali perilaku, habitat, dan populasi spesies tersebut. Selain itu, kemunculan kembali setelah puluhan tahun menghilang menunjukkan bahwa beberapa spesies mungkin masih bertahan di area yang belum banyak dijelajahi manusia.
Meski menjadi kabar baik, para ahli mengingatkan bahwa spesies langka ini tetap menghadapi ancaman serius, seperti hilangnya habitat dan perburuan. Tanpa perlindungan yang tepat, kemungkinan kepunahan masih sangat tinggi.
