0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Kapal Induk Amerika Serikat Konflik Timur Tengah Rudal Hipersonik Fattah-2 Spesial

    Spesifikasi Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran, Ancaman Baru bagi Kapal Induk AS dan Israel - Tribunnews

    8 min read

      

    Spesifikasi Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran, Ancaman Baru bagi Kapal Induk AS dan Israel

    Senjata ini disebut sebagai teknologi generasi masa depan yang sulit dihadapi oleh sistem pertahanan udara modern.

    Ringkasan Berita:
    • Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menggunakan rudal hipersonik Fattah-2 dalam operasi bernama “True Promise 4”.
    • Iran menyebut operasi ini sebagai respons terhadap serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan wilayah Iran.
    • Jika klaim ini terbukti, Fattah-2 akan mencatat debut operasional pertamanya.

     

    SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menggunakan rudal hipersonik Fattah-2 dalam operasi bernama “True Promise 4”.

    Iran menyebut operasi ini sebagai respons terhadap serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan wilayah Iran.

    Jika klaim ini terbukti, Fattah-2 akan mencatat debut operasional pertamanya.

    Senjata ini disebut sebagai teknologi generasi masa depan yang sulit dihadapi oleh sistem pertahanan udara modern.

    Kecepatan Fantastis dan Kemampuan Mengelak

    Fattah-2 merupakan versi mutakhir dari rudal yang diperkenalkan pada akhir 2023. Perbedaan paling menonjol terletak pada penggunaan Hypersonic Glide Vehicle (HGV).

    Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang jalurnya bisa diprediksi radar, Fattah-2 mampu mengubah lintasan di tengah penerbangan, membuatnya lebih sulit dicegat.

    Melansir data dari WION, rudal ini dapat melaju hingga kecepatan Mach 15 atau sekitar 18.500 kilometer per jam.

    Dengan mesin berbahan bakar cair yang fleksibel, Fattah-2 bisa bermanuver di ketinggian rendah, sehingga memperpendek waktu respons sistem pertahanan udara seperti Patriot milik AS atau Iron Dome milik Israel.

    Baca juga: Kehebatan Fattah 2, Rudal Hipersonik Mach 15 yang Disebut Mampu Bobol Sistem Pertahanan AS-Israel

    Spesifikasi Teknis Fattah-2

    Berdasarkan data dari The Defense Watch, berikut rincian teknis rudal hipersonik kebanggaan IRGC:

    -Jangkauan Serang: 1.000–1.500 km, mencakup seluruh pangkalan AS di Teluk dan aset di Laut Arab.

    -Kecepatan Maksimal: Mach 10 hingga Mach 15.

    -Sistem Pemandu: INS dengan potensi pembaruan satelit secara real-time.

    -Hulu Ledak: Bahan peledak tinggi (HE) atau penembus (penetrator) seberat 300–500 kg.

    -Platform Peluncur: Mobile berbasis darat, sulit dideteksi sebelum peluncuran.

    Para analis militer Barat memperingatkan bahwa kemampuan hipersonik dan manuver Fattah-2 membuatnya menjadi ancaman serius bagi kapal perang dan pangkalan militer di kawasan, terutama bagi AS dan Israel.

    Dengan debut operasional ini, Iran semakin menegaskan posisinya dalam perlombaan senjata hipersonik di Timur Tengah, menambah ketegangan geopolitik yang sudah tinggi.

    Rudal Fattah-2 Ancaman Nyata bagi Kapal Induk dan Pangkalan AS

     Meskipun Iran menjaga batasan jangkauan rudalnya sejauh 2.000 km, radius tersebut sudah cukup untuk mencakup seluruh wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

    Analis militer memperingatkan bahwa Fattah-2 secara spesifik mengincar aset angkatan laut, termasuk kapal induk yang menjadi simbol kekuatan AS.

    “Rudal hipersonik sungguhan tentu saja merupakan ancaman, dan merupakan tantangan bagi pesawat pencegat mana pun,” kata Tal Inbar, ahli veteran kebijakan ruang angkasa, dikutip dari Times of Israel.

    Inbar menjelaskan bahwa kemampuan HGV untuk terbang pada ketinggian rendah membuat perhitungan pelacakan radar menjadi sangat kompleks.

    Dilema Pertahanan Udara Israel

    Bagi IsraelFattah-2 adalah ujian berat bagi sistem pertahanan berlapis mereka.

    Kecepatan dan kemampuan manuvernya memaksa sistem interseptor untuk bekerja melampaui batas prediksi algoritma tradisional.

    Meski beberapa ahli meragukan klaim operasional Iran, kehadiran fisik Fattah-2 di medan perang tetap menjadi pengubah permainan (game changer) dalam peta kekuatan militer global.

     


    Komentar
    Additional JS