Survei CPAC Tempatkan JD Vance Jadi Calon Terdepan Gantikan Trump - Tribunnews
Survei CPAC Tempatkan JD Vance Jadi Calon Terdepan Gantikan Trump
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance jadi pilihan utama dalam survei opini tahun ini mengalahkan sosok Sekretaris Negara, Marco Rubio.
Ringkasan Berita:
- Di tengah gelombang protes No Kings, Wakil Presiden JD Vance menangkan straw poll CPAC 2028 dengan dukungan 53 persen, mengukuhkan posisinya sebagai calon kuat penerus Donald Trump
- Sekretaris Negara Marco Rubio tempati posisi kedua dengan 35 persen suara, naik signifikan dari hanya 3 persen pada tahun lalu berkat peran strategisnya dalam kebijakan luar negeri
- Persaingan capres dari Partai Republik saat ini mengerucut pada Vance dan Rubio, di mana kandidat lainnya tak ada yang mampu memperoleh suara lebih dari 2%
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah gelombang massa demonstrasi pemerintahan Donald Trump bertajuk No Kings, Lembaga Conservative Political Action Conference (CPAC) pun menggelar survei opini terkait siapa sosok Presiden Amerika Serikat selanjutnya.
CPAC sendiri merupakan salah satu pertemuan politik tahunan terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat yang menjadi wadah bagi para politisi, aktivis, dan pendukung sayap kanan atau konservatif.
Di data yang dipublikasikan pada Sabtu (28/3/2026) tersebut JD Vance unggul telak dalam survei bertajuk Straw Poll CPAC 2028 untuk menentukan siapa calon presiden dari Partai Republik pada Pemilu AS 2028 mendatang.
Sosok Wakil Presiden Amerika Serikat tersebut menjadi pilihan utama dalam survei opini tahun ini mengalahkan sosok Sekretaris Negara, Marco Rubio.
Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dirilis pada Sabtu waktu setempat, Vance memperoleh dukungan mayoritas dari para aktivis dan pendukung inti gerakan Make America Great Again (MAGA).
Dari total lebih dari 1.600 peserta yang memberikan suara di ajang yang digelar di Grapevine, Texas tersebut, sekitar 53 persen memilih JD Vance.
Posisi kedua ditempati oleh Marco Rubio, yang meraih 35 persen suara.
CPAC sendiri merupakan pertemuan tahunan krusial bagi para anggota parlemen, aktivis, dan tokoh-tokoh potensial Partai Republik.
Meskipun hasil straw poll ini tidak selalu menjadi prediktor mutlak siapa yang akan memenangkan nominasi partai nantinya, hasil ini menjadi potret nyata ke mana arah dukungan basis massa Presiden Donald Trump saat ini.
Sebagaimana diketahui, Presiden Donald Trump yang kini menjabat di periode kedua, tidak dapat mencalonkan diri kembali pada tahun 2028 sesuai konstitusi AS.
Jika dibandingkan dengan pertemuan CPAC tahun lalu di Oxon Hill, Maryland, posisi Vance tetap kokoh meski persentasenya sedikit bergeser.
Baca juga: 3.000 Aksi No Kings Guncang AS: Warga Serentak Protes Trump, Perang Iran, dan Krisis Ekonomi
Tahun lalu, Vance memimpin dengan 61 persen suara, disusul oleh Steve Bannon (12 persen) dan Gubernur Florida Ron DeSantis (7 persen).
Namun, lonjakan drastis dialami oleh Marco Rubio.
Tahun lalu, Rubio hanya meraup 3 persen suara.

Kenaikan popularitasnya saat ini disebut-sebut karena peran strategisnya dalam kebijakan luar negeri tingkat tinggi, termasuk penanganan isu Venezuela dan Iran.
Menariknya, tidak ada kandidat lain dalam jajak pendapat tersebut yang memperoleh suara lebih dari 2 persen, menandakan bahwa persaingan saat ini mengerucut pada dua nama besar tersebut.
Alasan Pendukung Memilih Vance
Sejumlah koresponden dalam survei tersebut pun buka suara terkait alasan memilih JD Vance.
Salah satunya adalah Paul Empson, seorang akuntan berusia 58 tahun dan penganut Kristen evangelis dari Fort Worth, Texas.
Ia melihat sosok sang Wakil Presiden sangat selaras dengan gerakan MAGA dan mengagumi keterbukaan Vance mengenai iman Kristennya.
"Awalnya saya tidak terlalu yakin padanya, Anda tahu, seperti dia kurang berpengalaman, tetapi saya telah melihat semua yang telah dia lakukan. Dia adalah orang yang nyata, tulus, dan dia juga bersedia menyatakan imannya kepada Yesus Kristus di depan umum."
Sementara itu, beberapa peserta survei CPAC bahkan menyuarakan keinginan mereka untuk melihat Vance dan Rubio berada dalam satu paket pasangan capres-cawapres di masa depan.
James Schaare (61), seorang aktivis politik asal Euless, Texas, mengaku menyukai kedua tokoh tersebut meskipun ia lebih condong kepada Rubio.
Ia terkesan dengan pidato Rubio di peringatan kematian aktivis konservatif Charlie Kirk pada September lalu.
Baca juga: Sebulan Perang Iran Vs AS-Israel: Ada 5 Tujuan Trump, Belum Semua Terpenuhi karena Sulit Dicapai
"Selama beberapa tahun terakhir, semua yang dia katakan dan lakukan adalah 100% konservatif. Dan di peringatan Charlie Kirk, dia terdengar seperti seorang pendeta yang mengabarkan injil Yesus Kristus."
Senada dengan Schaare, Carol Kurpiel (79) yang datang jauh-jauh dari Atlanta, juga melihat kekuatan dalam diri Rubio yang dianggap mirip dengan gaya kepemimpinan Donald Trump.
"Dia kuat. Dia langsung ke intinya. Dia bekerja seperti Trump: go, go, go, go. Saya suka kekuatan yang saya lihat dalam dirinya. Saya suka caranya membawakan diri saat dia berbicara kepada rakyat."

(Tribunnews.com/Bobby)