0
News
    Home Berita Featured KAI Kereta Api Lebaran Spesial Yogyakarta

    Tiket Kereta Api Lebaran KAI Yogyakarta Terjual 50 Persen - Tempo

    8 min read

     

    Tiket Kereta Api Lebaran KAI Yogyakarta Terjual 50 Persen


    Perbesar
    Jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan ramp check dalam rangka mempersiapkan layanan Angkutan Lebaran 2026, Senin, 2 Februari 2026. Dok. Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta
    Logo

    PT KERETA Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat angka penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 telah menyentuh angka 50 persen dari total kapasitas yang disediakan.

    Berdasarkan data hingga Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, sebanyak 260.347 tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal dari Daop 6 telah ludes terjual.

    "Angka tersebut merupakan separuh dari total 525.350 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan selama 22 hari, mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, di Yogyakarta, Selasa.

    Feni mengungkapkan proses pemesanan masih terus berjalan dinamis. Berdasarkan tren pemesanan, penjualan tiket tertinggi sementara ini terkonsentrasi pada arus balik, khususnya pada H+3 Lebaran atau Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah mencapai 22.063 tiket dalam satu hari atau okupansi sebesar 105 persen.

    Kepadatan tinggi juga terlihat pada 23 Maret 2026 dengan 21.530 tiket (108 persen) dan 25 Maret 2026 dengan 20.529 tiket (98 persen). 

    Sementara itu, okupansi pada hari-hari lainnya menunjukkan angka yang bervariasi, dimulai dari 11 Maret sebesar 17 persen (3.355 tiket), 12 Maret sebesar 22 persen (4.285 tiket), 13 Maret sebesar 30 persen (6.351 tiket), hingga mencapai 45 persen pada 14 Maret dengan 9.358 tiket terjual.

    Tren penjualan terus merangkak naik pada pertengahan periode, di mana pada 15 Maret terjual 7.453 tiket (36 persen), 16 Maret sebanyak 7.357 tiket (35 persen), 17 Maret sejumlah 9.115 tiket (43 persen), dan 18 Maret yang melonjak ke angka 11.295 tiket atau 54 persen. 

    Memasuki fase mendekati Idul Fitri, pada 19 Maret tercatat 9.382 tiket (45 persen), 20 Maret sebanyak 7.120 tiket (36 persen), 21 Maret terjual 7.929 tiket (40 persen), dan pada 22 Maret melonjak signifikan menjadi 15.253 tiket atau okupansi 77 persen. 

    Menjelang akhir masa angkutan, penjualan tetap tinggi pada 26 Maret dengan 19.448 tiket (93%), 27 Maret dengan 18.317 tiket (87 persen), 28 Maret sebanyak 18.069 tiket (86 persen), serta 29 Maret sejumlah 17.942 tiket (86 persen). Penjualan mulai melandai pada 30 Maret dengan 10.839 tiket (52 persen), 31 Maret sebanyak 5.923 tiket (30 persen), dan berakhir pada 1 April 2026 dengan 2.762 tiket atau 14 persen.

    Mengingat ketersediaan tempat duduk yang terus menipis, Feni mengimbau calon penumpang untuk segera merencanakan perjalanannya. 

    "Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian pada masa Lebaran menggunakan kereta api segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket agar tidak kehabisan," ujar Feni. 

    Bagi pelanggan yang kehabisan tiket pada tanggal favorit, disarankan untuk mencari jadwal alternatif.

    Untuk mendukung mobilitas pemudik, KAI Daop 6 sendiri akan mengoperasikan 12 kereta api tambahan keberangkatan awal, yang terdiri dari 10 kereta api jarak jauh tambahan dan 2 kereta api Motis.


    Komentar
    Additional JS