0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Ancam Iran: AS Akan Hantam 20 Kali Lebih Keras dengan 'Death, Fire, and Fury'! - SindoNews

    6 min read

     

    Trump Ancam Iran: AS Akan Hantam 20 Kali Lebih Keras dengan 'Death, Fire, and Fury'!


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 10 Maret 2026 - 12:13 WIB

    Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghantam Iran 20 kali lebih keras dari sebelumnya hingga hampir mustahil dibangun lagi sebagai sebuah negara. Foto/White House

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengancam akan menghantam Iran 20 kali lebih keras dengan apa yang dia sebut "death, fire, and fury" atau "kematian, api, dan amarah". Dia mengeklaim pengekangan militer Washington sejauh ini sebagai “hadiah” untuk Teheran.

    Ancaman Trump dimaksudkan agar Iran berhenti menutup Selat Hormuz atau menghambat pergerakan kapal-kapal pengangkut minyak melewati jalur perairan tersebut.

    Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz

    “Kepada China dan negara-negara lain yang banyak menggunakan Selat Hormuz. Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Selasa (10/3/2026).

    “Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara—Death, Fire, and Fury akan berkuasa atas mereka—Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak terjadi!” lanjut Trump.

    Pada saat yang sama, Trump mengeklaim bahwa dia mengharapkan perang AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir – tetapi bukan minggu ini—setelah Washington diduga telah menyerang lebih dari 5.000 target dan secara signifikan menurunkan kemampuan Angkatan Laut dan rudal Teheran.

    Presiden AS juga mengatakan bahwa Teheran "melakukan kesalahan besar" dengan memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Militer Israel (IDF) telah mengancam akan membunuh siapa pun yang menduduki jabatan tersebut.

    Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, yang melakukan panggilan telepon dengan Trump pada hari Senin, mengatakan konflik yang meningkat berisiko sepenuhnya mencekik ekspor minyak kawasan itu melalui Selat Hormuz yang sekarang "secara de facto tertutup".

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terus memblokir Selat Hormuz—tetapi dilaporkan telah menjanjikan kebebasan penuh bagi negara Arab atau Eropa mana pun yang mengusir duta besar AS dan Israel dari wilayahnya.

    Harga minyak global sempat melonjak hingga hampir USD120 per barel pada hari Senin, tetapi Trump menepis lonjakan tersebut sebagai "harga yang sangat kecil untuk dibayar" atas perang AS-Israel melawan Iran.

    Senator garis keras AS, Lindsey Graham, mengeklaim bahwa Washington akan "menghasilkan banyak uang" jika berhasil menggulingkan kepemimpinan Iran.

    Hingga Selasa, serangan AS-Israel telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran, menurut data resmi dari Iran. Insiden paling mematikan adalah serangan terhadap sekolah perempuan di Minab yang menewaskan 175 orang, termasuk 168 siswi. Trump menuduh Iran sendiri yang menyerang sekolah tersebut, tapi bukti video menunjukkan kompleks sekolah itu dihantam rudal jelajah Tomahawk AS.

    Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan delapan tentara Amerika telah tewas dalam Operasi Epic Fury terhadap Iran. Setidaknya 13 warga Israel telah tewas dalam serangan balasan Iran sejauh ini.

    Serangan balasan Iran terhadap pangkalan AS di Timur Tengah telah menewaskan setidaknya empat orang di Uni Emirat Arab, satu orang di Bahrain, enam orang di Kuwait, dan dua orang di Arab Saudi.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Kapal Induk Kedua Tiba...

    Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran

    Komentar
    Additional JS