0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Sebut Kepemimpinan Iran ‘Lumpuh’, Isyaratkan Campur Tangan Pilih Pemimpin Baru - SinPo

    4 min read

     

    Trump Sebut Kepemimpinan Iran ‘Lumpuh’, Isyaratkan Campur Tangan Pilih Pemimpin Baru

    SinPo.id -  Presiden Donald Trump menyatakan kepemimpinan Iran telah “lumpuh” setelah konflik militer terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia bahkan membuka kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam menentukan pemimpin baru bagi negara tersebut.

    Dalam wawancara telepon dengan CNN pada Jumat 6 Maret 2026, Trump mengatakan kondisi Iran saat ini sangat berbeda dibandingkan satu minggu sebelumnya.

    “Iran bukan negara yang sama seperti seminggu lalu. Seminggu lalu mereka kuat, dan sekarang mereka benar-benar sudah dilumpuhkan,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

    Trump juga menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan sosok pemimpin baru di Iran yang dinilai mampu memperlakukan Amerika Serikat dan Israel dengan baik, meskipun pemimpin tersebut bukan berasal dari sistem demokrasi.

    “Saya tidak keberatan dengan pemimpin religius. Saya sering berurusan dengan pemimpin agama dan mereka luar biasa,” ujarnya.

    Ketika ditanya apakah Iran harus menjadi negara demokrasi, Trump menjawab tidak harus demikian. Ia menegaskan yang terpenting adalah adanya pemimpin yang adil serta mampu menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

    Dalam wawancara tersebut, Trump juga membandingkan situasi Iran dengan Venezuela. Ia mengklaim pendekatan yang sama bisa berhasil seperti ketika Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dan mendukung wakilnya, Delcy Rodríguez, sebagai pemimpin sementara.

    “Ini akan berjalan sangat mudah, seperti yang kami lakukan di Venezuela. Kami memiliki pemimpin yang luar biasa di sana,” kata Trump.

    Trump juga memuji operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang menurutnya sangat berhasil. Ia bahkan menilai operasi tersebut “12 atau 15 dari skala 10”.

    Selain itu, ia mengklaim militer Amerika telah menghancurkan sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran.

    “Kami menghantam angkatan laut mereka. Ketika angkatan lautnya hancur, mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka rencanakan,” ujarnya.

    Meski konflik memicu lonjakan harga energi global, Trump menyebut kenaikan harga bahan bakar hanya bersifat sementara dan akan segera turun kembali.

    Ia juga menyatakan Amerika Serikat telah memiliki strategi terkait jalur energi penting di kawasan, termasuk Selat Hormuz.

    Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung situasi di Kuba. Ia memprediksi negara tersebut akan “jatuh dalam waktu dekat” dan membuka peluang kesepakatan baru dengan Washington.

    Trump mengatakan kemungkinan pembicaraan dengan Kuba dapat dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubiosetelah konflik dengan Iran mereda.

    Di dalam negeri, Trump juga menegaskan bahwa setelah konflik Iran, prioritas berikutnya pemerintahannya adalah meloloskan undang-undang identitas pemilih atau voter ID. Ia menyebut regulasi tersebut sebagai salah satu kebijakan paling penting bagi sistem pemilu Amerika Serikat.

    Undang-undang yang ia dukung, yaitu SAVE America Act, akan mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi warga yang ingin mendaftar sebagai pemilih dalam pemilu federal di Amerika Serikat.


    Komentar
    Additional JS