Update Tarif Listrik 2026 per kWh, Ini Daftar Lengkapnya - Inilah


Tarif Listrik 2026 per kWh (Foto: PLN)
Awal tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif tenaga listrik untuk periode Triwulan I (Januari-Maret 2026) tidak mengalami kenaikan.
Keputusan ini diambil berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi.
Mengutip dari laman resmi PT PLN, berikut adalah tarif listrik per kWh yang berlaku untuk bulan Januari-Maret 2026:
Daftar Harga Listrik per kWh Periode Januari-Maret 2026
1. Tarif Listrik Rumah Tangga Subsidi
- R-1/TR (450 VA): Rp415/kWh
- R-1/RT (900 VA): Rp605/kWh
2. Tarif Listrik Rumah Tangga Nonsubsidi
- R-1 (Non-Subsidi) 900 VA: Rp1.352/kWh
- R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA-2.200 VA: Rp1.440,70/kWh
- R-2 3.500 VA - 5.500 VA: Rp1.699,53/kWh
- R-3 ≥ 6.600 VA: Rp1.699,53/kWh
3. Tarif Listrik Bisnis dan Pemerintah
- B-2/TR (6.600 VA - 200 kVA): Rp1.444,70/kWh
- B-3/TM,TT (> 200 kVa): Rp1.114,74/kWh
- P-1/TR (kantor pemerintah 6.600 VA-200 kVA): Rp1.699,53
- P-3/TR (penerangan jalan umum di atas 200 kVA): Rp1.699,53
4. Tarif Listrik Keperluan Industri
- I-3/TM (> 200 kVa): Rp1.114,74/kWh
- I-4/TT (> 30.000 kVa): Rp996,74/kWh
5. Tarif Listrik Keperluan Pelayanan Sosial
- S-1/TR (450 VA): Rp325/kWh
- S-1/TR (900 VA): Rp455/kWh
- S-1/TR (1.300 VA): Rp708/kWh
- S-1/TR (2.200 VA): Rp760/kWh
- S-1/TR (3.500 VA - 200 kVA): Rp900/kWh
- S-2/TR (> 200 kVa): Rp925/kWh
Tips Hemat Listrik Rumah Tangga
Meski tarif listrik tidak mengalami kenaikan, bukan berarti kita bisa menggunakan energi secara tidak bertanggung jawab.
Agar tagihan bulanan tetap terkendali, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghemat penggunaan listrik rumah tangga:
1. Cabut Kabel dari Stopkontak
Langkah kecil yang bisa menghemat energi listrik adalah dengan mendisiplinkan diri mencabut kabel dari stopkontak, sperti mencabut charger pengisi daya ponsel, kabel televisi, dan barang elektronik lainnya.
Barang itu mungkin dalam keadaan mati, tetapi kabel penghubung yang tersambung ke stopkontak terus aktif dan menyedot daya dalam skala kecil.
2. Pakai Lampu LED
Mulai ganti lampu biasa dengan lampu LED (Light Emitting Diode) dengan daya listrik (Watt) yang jauh lebih kecil, tapi memiliki tingkat kecerahan yang sama.
Selain hemat energi, lampu LED memiliki daya tahan yang luar biasa karena mampu bertahan hingga puluhan ribu jam penggunaan.
Selain menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik, beralih ke LED juga membantu kamu hemat dalam pengeluaran biaya rumah tangga.
3. Memanfaatkan Cahaya dan Sirkulasi Udara Alami
Di siang hari, buka jendela atau gorden kamar dan ruangan lainnya untuk mendapatkan cahaya matahari agar Anda tidak perlu lagi menyalakan lampu.
Selain itu, membuka jendela juga membantu sirkulasi udara menjadi lebih segar, sehingga durasi penggunaan kipas angin atau AC jadi lebih rendah.