Tidak ada praktik penimbunan barang oleh pedagang di pasar tradisional.

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Usai lebaran Idul Fitri 1447 H harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bantul stabil. Dari pantauan yang dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Bantul di beberapa pasar tradisional, harga kebutuhan pokok tidak ada lonjakan yang signifikan. Stok cukup.

Kepala DKUKMPP, Prapta Nugraha MH, menyatakan selama masa Lebaran Idul Fitri tidak ada lonjakan harga ataupun praktik penimbunan barang oleh pedagang di pasar tradisional. “Semua terkendali dan mencukupi,” kata Prapta, Kamis (26/3/2026).

Contoh, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual pada kisaran Rp 12.500 per kilogram dan beras medium kisaran Rp 13.000 per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan distribusi pangan berjalan lancar meski sempat terjadi peningkatan permintaan saat Lebaran.

“Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan praktik penimbunan. Yang ada itu memang stok untuk kebutuhan usaha, bukan disimpan untuk spekulasi harga,” jelasnya.

Kebutuhan elpiji

Pemkab Bantul melalui DKUKMPP juga akan terus melakukan pemantauan  harga dan ketersediaan bahan pokok guna menjaga stabilitas pangan di tengah masyarakat.

Selain bahan pokok, lanjut dia, kebutuhan elpiji tabung melon juga mencukupi. DKUKMPP Bantul mengajukan penambahan dari bulan Februari 2026 sebanyak 85 ribu tabung dan Maret penambahan 91.889 tabung.

“Kami juga melakukan pengawasan tera terhadap alat ukur SPBU dalam batas toleransi dan tidak ada batas ukur yang melebihi,” katanya. (*)