Viral MBG PAUD Depok Diberi Sebonggol Timun, Orang Tua Protes - Inilah Koran
Viral MBG PAUD Depok Diberi Sebonggol Timun, Orang Tua Protes
Viral MBG berisi kotak makan yang tampak sederhana dan didominasi potongan timun mentah sebagai lalapan.
INILAHKORAN.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah menu yang diterima siswa PAUD dan TK di Depok menuai protes dari para orang tua. Keluhan mencuat usai beredarnya foto kotak makanan yang dinilai tidak mencerminkan konsep “bergizi” seperti yang dijanjikan dalam program tersebut.
Unggahan yang viral melalui akun Instagram @depokviral.co memperlihatkan isi kotak makan yang tampak sederhana dan didominasi potongan timun mentah sebagai lalapan. Foto tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial.
Orang Tua Nilai Menu Tak Sesuai Usia Anak
Sejumlah wali murid menyampaikan kekecewaan mereka. Salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan kelayakan menu tersebut untuk anak usia dini.
“Anak PAUD masa disuruh makan lalapan timun? Ini program makan bergizi atau apa?” tulisnya dalam komentar yang kemudian ramai diperbincangkan.
Menurut para orang tua, anak usia PAUD dan TK membutuhkan asupan protein dan nutrisi seimbang untuk menunjang tumbuh kembang. Mereka berharap menu yang diberikan setidaknya mengandung sumber protein seperti telur, ayam, atau lauk lain yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.
“Kami ingin anak-anak dapat protein yang cukup. Jangan sampai hanya sayuran mentah yang belum tentu mereka mau makan,” ujar wali murid lainnya.
Pengawasan dan Kualitas Vendor Dipertanyakan
Program MBG sendiri bertujuan membantu pemenuhan gizi anak-anak melalui penyediaan makanan gratis di sekolah. Namun, menu yang beredar di Depok tersebut memunculkan pertanyaan soal standar pengolahan, pengawasan kualitas, hingga kontrol terhadap vendor penyedia makanan.
Sebagian warganet mendesak adanya evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) maupun pihak penyedia katering yang terlibat. Mereka meminta pemerintah daerah memastikan kualitas makanan benar-benar sesuai dengan tujuan awal program.
Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kota Depok maupun pengelola SPPG setempat belum memberikan klarifikasi resmi terkait menu yang viral tersebut. Sementara itu, unggahan di media sosial telah dibanjiri ratusan komentar dari masyarakat yang meminta transparansi dan perbaikan sistem distribusi makanan.