0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah New York Spesial Zohran Mamdani

    Walkot New York Mamdani Kutuk Trump Serang Iran: Warga AS Tak Ingin Perang - detik

    6 min read

     

    Walkot New York Mamdani Kutuk Trump Serang Iran: Warga AS Tak Ingin Perang


    Mamdani (tengah)-(Foto: REUTERS/Bing Guan)
    New York -

    Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengutuk langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Iran. Dia mengatakan langkah Trump itu ilegal dan warga AS tak ingin perang untuk mengganti rezim di negara lain.

    "Serangan militer hari ini oleh Amerika Serikat dan Israel menandai eskalasi bencana dalam tindakan perang agresi ilegal," kata Mamdani dalam sebuah acara di Brooklyn seperti dilansir dilansir Politico, Minggu (1/3/2026).

    Dia mengatakan warga AS ingin perdamaian. Dia juga menyebut warga AS ingin solusi untuk rumah terjangkau.

    "Membom kota-kota, membunuh warga sipil, membuka medan perang baru, rakyat Amerika tidak menginginkan ini. Rakyat Amerika tidak menginginkan perang lain dalam upaya perubahan rezim. Kami menginginkan solusi untuk krisis keterjangkauan perumahan. Kami menginginkan perdamaian," ujarnya.

    Kecaman Mamdani terhadap langkah militer Trump ini menyusul pertemuan mereka pada Kamis lalu di Gedung Putih. Setelah itu, Mamdani mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan Trump telah melakukan pembicaraan yang 'produktif' tentang pembangunan perumahan di New York City dan bahwa dia berharap dapat terus bekerja sama dengan presiden.

    Perbedaan sikap yang mencolok antara nada ramah dan kecaman keras pada Sabtu (28/2) terhadap perang tersebut menyoroti betapa rumitnya upaya Mamdani dalam menyeimbangkan berbagai hal. Dia dinilai berusaha bekerja sama dengan Trump sebagai Presidne AS tanpa terlalu terikat pada tokoh yang dibenci oleh basis pendukung politiknya di New York.

    Dalam mengkritik Trump mengenai isu apa pun, Mamdani berisiko membuat marah presiden yang mudah berubah-ubah itu. Sejauh ini, Trump menahan diri untuk tidak menerapkan pengerahan ICE massal dan pemotongan dana federal di New York seperti yang telah dia lakukan terhadap kota-kota lain yang dikuasai Partai Demokrat.

    Pada saat yang sama, Mamdani tidak memicu reaksi keras dari presiden ketika dia mempertanyakan legalitas penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, oleh pemerintahan Trump bulan lalu.

    "Dalam hubungan saya dengan presiden, selalu ada kejujuran dan keterusterangan, di mana kami berdua menjelaskan perbedaan kebijakan kami, baik di depan umum maupun secara pribadi, dan saya pikir penting untuk mencatat hal ini, mengingat skala konsekuensi yang sedang kita bicarakan," kata Mamdani.

    Mamdani juga menjamin keamanan setiap warga New York, termasuk warga Iran di kota itu. Dia mengaku telah menghubungi kepolisian untuk meningkatkan patroli di lokasi sensitif.

    "Selain itu, saya ingin berbicara langsung kepada warga New York keturunan Iran: Anda adalah bagian dari tatanan kota ini. Anda adalah tetangga kami, pemilik usaha kecil, mahasiswa, seniman, pekerja, dan pemimpin komunitas. Anda akan aman di sini," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi pemerintah New York.

    Selama kampanye pemilihan walikota, Trump kerap menyerang Mamdani. Hal itu disebabkan oleh pendiriannya terkait kebijakan luar negeri. Mamdani mengisyaratkan bahwa dia akan berupaya menangkap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu jika menginjakkan kaki di New York.

    Pesan Mamdani pada Sabtu itu disampaikan lebih dari sembilan jam setelah Trump mengumumkan dalam pernyataan video sebelum subuh bahwa AS telah memulai 'operasi tempur besar-besaran' di Iran.

    Simak juga Video Rusia-China Kecam Serangan ke Iran: Langgar Hukum Internasional

    (haf/imk)

    Komentar
    Additional JS