0
News
    Home Berita El Nino Featured Spesial

    4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia - IDN Times

    8 min read

     

    4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia


    Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

    • BRIN memprediksi fenomena ekstrem Godzilla El Nino akan terjadi di Indonesia pada April 2026, ditandai kenaikan suhu laut Pasifik dan potensi kemarau panjang serta kekeringan.
    • Fenomena ini dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut dan banjir di wilayah utara ekuator seperti Kalimantan dan Sumatra akibat perbedaan pola curah hujan.
    • Pemerintah dan masyarakat diimbau melakukan mitigasi berkelanjutan seperti pengelolaan air, reforestasi, penggunaan teknologi prediksi iklim, serta penerapan gaya hidup adaptif terhadap panas ekstrem.

    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Is this "Intinya Sih" helpful?

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemunculan fenomena Godzilla El Nino di Indonesia pada April 2026. Munculnya Godzila El Nino kemungkinan menguat apabila terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

    Dampaknya, udara terasa jauh lebih gersang dari biasanya. Sebutan Godzilla El Nino merujuk pada peristiwa El Nino berkategori ekstrem atau sangat kuat.

    Kondisi tersebut menandakan kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah serta timur melebihi angka rata-rata normal. Perubahan ini sanggup mengubah sistem cuaca global, memicu musim kemarau lebih lama, menaikkan hawa panas, serta menimbulkan ancaman kekeringan di Indonesia.

    1. Penggunaan frasa Godzilla bukan istilah ilmiah

    4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia

    Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)

    Fakta pertama, penggunaan nama Godzilla El Nino sebenarnya hanya istilah populer untuk menggambarkan skala pengaruhnya yang masif, bukan terminologi sains formal.

    Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan fenomena ini disebut Godzilla karena dampaknya tidak bisa dianggap ringan.

    Fakta kedua, kenaikan suhu bisa mencapai kisaran 1,5 hingga 2 derajat Celsius secara perlahan. Lonjakan panas tersebut berlangsung setahap demi setahap mengikuti intensitas El Nino semenjak periode awal kemunculannya.

    Ahli lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Syamsudduha Syahrorini, mengatakan ketersediaan air menjadi sektor paling utama terimbas dengan adanya fenomena Godzilla El Nino. Masyarakat bisa mengalami krisis air bersih, mengeringnya sistem irigasi pertanian hingga menurunnya produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    2. Risiko kebakaran

    4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia

    Ilustrasi kebakaran hutan. (Dokumentasi BPBA untuk IDN Times)

    Fakta ketiga, risiko kebakaran akan meningkat, terutama di daerah yang banyak lahan gambut. Pada musim kemarau, lahan gambut bisa mudah terbakar dengan meningkatnya suhu.

    Fakta keempat, meski Godzilla El Nino meningkatkan suhu, wilayah Indonesia di utara ekuator seperti Kalimantan dan Sumatra berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

    Oleh karena itu, masyarakat diimbau berhati-hati dengan meningkatnya risiko banjir.

    3. Mitigasi menghadapi Godzilla El Nino

    4 Fakta Godzilla El Nino yang Bakal Datang ke Indonesia

    ilustrasi kemarau (pexels.com/Feyza DaÅŸtan)

    Untuk menghadapi dampak Godzilla El Nino, diperlukan langkah mitigasi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Pemerintah memiliki peran besar dalam menyiapkan sistem yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, terutama saat fenomena ekstrem seperti Godzilla El Nino terjadi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

    • Mengembangkan penampungan air seperti embung desa, waduk kecil, dan sumur resapan untuk menjaga cadangan air saat musim kering lebih panjang
    • Mendorong penggunaan irigasi hemat air, varietas tanaman tahan kekeringan, serta penyesuaian kalender tanam untuk mengurangi risiko gagal panen
    • Melakukan reforestasi dan perlindungan lahan gambut guna menjaga siklus air alami dan mengurangi dampak kekeringan
    • Meningkatkan monitoring hotspot serta pengelolaan lahan yang lebih baik untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan
    • Memanfaatkan teknologi seperti IoT dan AI untuk memprediksi risiko kekeringan dan mengatur kebutuhan air secara lebih efisien
    • Mengoptimalkan pemanfaatan energi surya seperti PLTS sebagai alternatif energi saat intensitas matahari meningkat.

    Di sisi lain, masyarakat juga bisa melakukan langkah sederhana untuk mengurangi dampak panas dan kekeringan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

    • Memaksimalkan ventilasi silang di rumah agar sirkulasi udara tetap lancar dan suhu ruangan lebih sejuk
    • Menggunakan pakaian longgar berbahan alami dan berwarna terang agar tubuh tetap nyaman di cuaca panas
    • Memanfaatkan peneduh alami seperti menanam pohon di sekitar rumah untuk mengurangi paparan panas
    • Menghadirkan tanaman indoor untuk membantu menjaga kualitas udara dan memberi efek sejuk di dalam ruangan
    • Menghindari penggunaan oven atau kompor saat siang hari agar tidak menambah panas di dalam rumah
    • Menjaga asupan cairan tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik di tengah suhu yang meningkat.
    Komentar
    Additional JS