9 Tanya Jawab Ini Menjelaskan Negosiasi Gencatan Senjata AS dan Iran di Islamabad - Republika
9 Tanya Jawab Ini Menjelaskan Negosiasi Gencatan Senjata AS dan Iran di Islamabad
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD— Perhatian dunia tertuju pada ibu kota Pakistan, Islamabad, yang bersiap pada Sabtu(11/4/2026) untuk menjadi tuan rumah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen.
Langkah-langkah diplomatik ini dilakukan setelah perjanjian gencatan senjata selama dua pekan mulai berlaku pada malam hari Rabu lalu.
Perjanjian yang menghentikan sementara perang yang berlangsung sejak 40 hari yang meletus pada 28 Februari lalu akibat serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Teheran.
Berikut ini hal-hal penting yang perlu diketahui mengenai negosiasi di Islamabad sebagaimana dilansir Aljazeera, Sabtu:
Pertama, siapa saja yang tergabung dalam delegasi Iran?
Televisi Iran melaporkan bahwa delegasi yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf telah tiba di Islamabad untuk bernegosiasi dengan pihak AS.
Delegasi tersebut juga mencakup Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Pertahanan, Gubernur Bank Sentral, serta komite-komite keamanan, politik, militer, dan ekonomi.
Kedua, sapa saja yang tergabung dalam delegasi AS?
Wakil juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada Aljazeera bahwa Presiden Donald Trump telah menugaskan wakilnya, J D Vance, utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, untuk bernegosiasi dengan Iran di Islamabad.
Halaman 2 / 6
Wakilnya, J D Vance, juga mengatakan sebelum pesawatnya lepas landas dari Pangkalan Udara Andrews dekat Washington, "Kami akan berusaha melakukan negosiasi yang positif."
Dia menambahkan, "Jika orang-orang Iran siap bernegosiasi dengan itikad baik, kami pasti siap untuk menjangkau mereka. Jika mereka mencoba mempermainkan kami, mereka akan menemukan bahwa tim negosiasi tidak akan menyambut hal itu."
Keempat, bagaimana sikap Iran terhadap negosiasi tersebut?
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Jumat, mensyaratkan gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi yang direncanakan dengan Amerika Serikat di Pakistan.
Qalibaf menulis di platform X, "Dua dari langkah-langkah yang disepakati antara kedua belah pihak belum dilaksanakan: gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi".
Dia menambahkan "Kedua hal ini harus dilaksanakan sebelum dimulainya negosiasi."
Kelima, bagaimana sikap Israel terhadap negosiasi tersebut?
Lembaga penyiaran resmi mengatakan militer Israel bersiap menghadapi kemungkinan gagalnya pembicaraan antara Washington dan Teheran di Pakistan serta dimulainya kembali serangan-serangan.
Halaman 3 / 6
Kantor berita Tasnim mengutip sumber pada Jumat bahwa selama Amerika Serikat tidak menghormati komitmennya terhadap gencatan senjata di Lebanon, dan entitas Zionis terus melakukan serangannya, maka negosiasi akan ditangguhkan.
Israel dan Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran tidak mencakup Lebanon.
Namun, dalam perkembangan pada Kamis, Israel mengatakan akan mengadakan pembicaraan terpisah dengan pemerintah Lebanon dengan tujuan mengakhiri perang di sana dan melucuti senjata Hizbullah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya telah memerintahkan dimulainya pembicaraan damai dengan Lebanon sesegera mungkin.
#عاجل | البيت الأبيض للجزيرة: مسؤولون من مجلس الأمن القومي ووزارتي الخارجية والحرب ضمن الوفد لتقديم المساندة للمفاوضات
- الاتفاق الذي سيقبل به الرئيس ترمب هو اتفاق يضع المصالح الأمريكية أولا
- الرئيس ترمب لديه سجل حافل في تحقيق صفقات جيدة للولايات المتحدة والشعب الأمريكي pic.twitter.com/THflOVPNEq — قناة الجزيرة (@AJArabic) April 10, 2026
Seorang pejabat di Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa AS akan menjadi tuan rumah pertemuan pekan depan antara Israel dan Lebanon.
Kedelapan, apa yang akan dinegosiasikan?
Perbedaan antara kedua belah pihak masih mendalam. Proposal AS yang terdiri dari 15 poin berfokus pada masalah uranium yang diperkaya dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, Teheran mengajukan rencana 10 poin yang menuntut kendali atas selat tersebut, pengenaan biaya bagi kapal yang melintas, penghentian semua operasi militer di kawasan itu, serta pencabutan semua sanksi yang dikenakan terhadapnya.
مصدر دبلوماسي باكستاني للجزيرة ردا على تصريح قاليباف: متفائلون للغاية بأن المحادثات جارية ونتواصل مع الشركاء.. التفاصيل مع مدير مكتب الجزيرة عبد الرحمن مطر#الأخبار pic.twitter.com/ZvoJga4KPY — قناة الجزيرة (@AJArabic) April 10, 2026
Halaman 4 / 6
Dia menambahkan, pejabat dari Dewan Keamanan Nasional serta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan turut serta dalam delegasi tersebut untuk memberikan dukungan dalam negosiasi.
Ketiga, bagaimana sikap Amerika Serikat menjelang negosiasi?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Jumat bahwa Iran tidak memiliki "kartu" tawar-menawar dalam pembicaraan tersebut, kecuali kendali atas lalu lintas laut di Selat Hormuz.
Trump menulis di platform Truth Social-nya, "Tampaknya orang-orang Iran tidak menyadari bahwa mereka tidak memiliki kartu tawar apa pun kecuali memeras dunia dalam jangka pendek melalui penggunaan jalur air internasional. Satu-satunya alasan mereka masih hidup hari ini adalah negosiasi!."
Trump memperingatkan Iran akan menghadapi serangan baru jika pembicaraan di Pakistan dalam kerangka perjanjian gencatan senjata sementara gagal, seperti dilaporkan surat kabar New York Post pada Jumat.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan Trump, "Kami saat ini sedang memuat kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik daripada yang kami lakukan sebelumnya ketika kami menghancurkan mereka berkeping-keping."
Dia menambahkan, "Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan menggunakannya… dengan sangat efektif."
Halaman 5 / 6
Surat kabar Washington Post juga mengutip sumber yang mengatakan delegasi AS di Pakistan berencana meminta pembebasan warga AS yang ditahan di Iran sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang.
Kesembilan, bagaimana Pakistan mempersiapkan diri untuk menyambut perundingan tersebut?
Islamabad menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat dan pihak berwenang mengumumkan pada Kamis dan Jumat sebagai hari libur resmi, sehingga kota tersebut tampak lebih sepi dari biasanya.
Petugas keamanan bersenjata tersebar di jalan-jalan Islamabad, disertai pengalihan lalu lintas dan pos pemeriksaan.
مع نجاح جهود باكستان في تحقيق وقف مؤقت لإطلاق النار.. ما الخيوط التي أوصلت واشنطن وطهران لطاولة المفاوضات؟#الجزيرة_أخبار pic.twitter.com/th4uKgnqdB — قناة الجزيرة (@AJArabic) April 10, 2026
Para pejabat keamanan mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut melampaui pengaturan rutin untuk kunjungan tingkat tinggi, di mana pengawasan wilayah udara diperketat dan layanan darurat disiagakan.
Pemerintah Pakistan belum secara resmi memberikan rincian mengenai waktu atau lokasi pembicaraan.
Namun, Hotel "Serena" yang terletak di sebelah Kementerian Luar Negeri di kawasan "Red Zone" yang dijaga ketat di ibu kota, diminta agar para tamunya meninggalkan hotel pada Rabu.
Negosiasi diperkirakan akan berlangsung secara tidak langsung, di mana kedua delegasi duduk di ruangan terpisah, dan pejabat Pakistan bergerak di antara keduanya untuk menyampaikan usulan, mirip dengan putaran sebelumnya yang dimediasi oleh Oman.
Halaman 6 / 6
Lembaga tersebut mengutip pernyataan seorang pejabat Israel pada Jumat bahwa jika tidak tercapai kesepakatan substansial, kami terpaksa kembali ke Iran lagi.
Keenam, bagaimana sikap mediator—Pakistan—sebelum dimulainya negosiasi?
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Jumat bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad merupakan kesempatan krusial untuk mencapai gencatan senjata permanen dalam perang yang telah berlangsung di Timur Tengah selama beberapa pekan.
Dia menambahkan, kedua belah pihak yang bertikai siap untuk bernegosiasi dan menyelesaikan perselisihan melalui pembicaraan, sambil mencatat negaranya berupaya mencapai tahap lanjutan, yaitu menghentikan perang melalui negosiasi.
Nilai Pakistan sebagai mediator didasarkan pada jaringan hubungannya yang luas.
Iran adalah negara pertama yang mengakui Pakistan setelah kemerdekaannya pada 1947, dan kedua negara berbagi perbatasan sepanjang 900 kilometer, serta memiliki ikatan sejarah, budaya, dan agama yang mendalam.
Di saat yang sama, Islamabad tetap menjalin hubungan yang kuat dengan Washington, Teheran, Riyadh, dan Beijing.
Ketujuh, bagaimana posisi Lebanon dalam negosiasi antara Washington dan Teheran?
Pakistan menegaskan saat pengumuman gencatan senjata pada Rabu malam bahwa kesepakatan tersebut mencakup semua front, termasuk Lebanon, namun Israel dan Amerika Serikat kemudian membantah hal tersebut.