0
News
    Home Amran Sulaiman B50 Berita Featured Minyak Goreng Spesial

    Amran Bantah B50 Sebabkan Harga Minyak Goreng Naik - Republika

    7 min read

     

    Amran Bantah B50 Sebabkan Harga Minyak Goreng Naik

    Program B50 tidak mengganggu pasokan minyak goreng.

    Rep: Frederikus Dominggus Bata


    Republika/Prayogi Warga menunggu untuk mengambil bantuan pangan di Sekretariat RW 03 Menteng, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras dan Minyakita untuk periode Oktober–November 2025. Warga penerima bantuan pangan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Program Banpang beras dan Minyakita menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Program tersebut juga memperkuat daya tahan sosial masyarakat berpendapatan rendah di berbagai daerah.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah program biodiesel B50 jadi penyebab mahalnya minyak goreng. Ia menegaskan pasokan bahan baku sawit justru melimpah.

    Di tengah kenaikan harga di pasar, pemerintah memastikan stok CPO nasional jauh di atas kebutuhan domestik.

    Amran mengatakan produksi CPO nasional kini mendekati 50 juta ton, naik dari sebelumnya sekitar 44 juta ton. Kenaikan ini juga diikuti lonjakan ekspor dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton.

    Enggak, kita kan ekspor ke luar negeri. Ini ekspor kita dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Berarti bahan baku melimpah. Jadi janganlah naik,” kata Mentan saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

    Ia menegaskan program B50 tidak mengganggu pasokan minyak goreng dalam negeri. Kebijakan tersebut memanfaatkan alokasi ekspor, bukan konsumsi domestik.

    Menurutnya, tambahan produksi sawit bahkan lebih besar dari kebutuhan program energi tersebut. Kondisi ini membuat pasokan dalam negeri tetap aman.

    “Lebih. Sekarang kita punya produksi sekitar 45 juta ton, bahkan mendekati 50 juta ton. Dulu 44 juta ton. Artinya lebih,” ujarnya.

    Kebutuhan minyak goreng nasional diperkirakan sekitar 20 juta ton. Angka ini jauh di bawah total produksi nasional, sehingga dinilai tidak ada alasan harga melonjak.

    “Kita ini berlebih. Masa bahan bakunya mau dinaikkan, lalu harga minyak goreng dihubungkan dengan B50? Apa hubungannya?” kata Amran.

    Namun Amran mengakui ada faktor lain yang memicu kenaikan harga. Biaya kemasan dan distribusi disebut ikut berpengaruh di pasar.

    “Janganlah naik-naiklah, boleh sedikit, tapi jangan banyak sekali,” katanya.

    Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Opsi penguatan peran BUMN dalam distribusi juga disiapkan untuk menjaga stabilitas harga.

    Amran bahkan menyebut kenaikan harga di tengah pasokan melimpah sebagai kondisi yang tidak wajar. Ia menduga ada praktik yang mengganggu pasar.

    “Sekarang beras melimpah, minyak goreng melimpah, tapi harga naik. Berarti apa? Ada mafia di tengahnya,” kata Amran.

    Pemerintah akan terus memantau distribusi dan harga di lapangan untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga terjangkau.

    Berita Terkait

    Kasus Minyakita Ilegal Terbongkar, Minyak Curah Dikemas Ulang

    Inpicture - 5 jam yang lalu

    Krisis Energi, Belanda Gelontorkan Rp20 Triliun dan Pangkas Pajak, Harga BBM Tak Diturunkan

    Internasional - 19 jam yang lalu

    Mentan Ancam Cabut Izin Produsen Minyakita Jika Naikkan Harga

    Pertanian - 20 April 2026, 16:33

    Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Penting untuk Jaga Keuangan Pertamina

    Finansial - 20 April 2026, 08:01

    Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil, Stok Aman di Pasaran

    Bisnis - 18 April 2026, 12:00

    Komentar
    Additional JS