0
News
    Home Amran Sulaiman Berita Featured Spesial

    Amran Sebut Konglomerat Dunia Diam-diam Terjun ke Sektor Pangan, Ada Ancaman Krisis - Kompas

    6 min read

     

    Amran Sebut Konglomerat Dunia Diam-diam Terjun ke Sektor Pangan, Ada Ancaman Krisis



    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut para konglomerat dunia diam-diam terjun ke sektor pertanian selama beberapa waktu terakhir.

    Para konglomerat itu disebut membeli lahan pertanian dalam jumlah besar di tengah ancaman pangan global.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Para konglomerat mulai terjun ke sektor pertanian secara diam-diam dengan membeli lahan pertanian skala besar,” kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

    Baca juga: Amran Sebut Pemerintah Siap Hadapi El Nino, Stok Pangan Banyak

    Dalam rapat tersebut, Amran membacakan laporan Organisasi pangan Dunia (Food and Agriculture Organization (FAO) yang menyebut 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan.

    Ramadhan Kelabu Pengungsi Gaza, Tak Mampu Beli Makan, Tak Ada Masjid

    Krisis itu semakin diperparah peperangan Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).

    Peperangan itu diketahui menutup Selat Hormuz, perairan utama jalur distribusi produk fosil dan petrokimia dari negara-negara Teluk.

    Baca juga: Hadapi Ancaman Godzila El Nino, Anggota DPR Minta Pompanisasi Berbasis Tenaga Surya

    “Mengancam kelaparan bagi 40 juta orang,” ujar Amran.

    Menurut Amran, para konglomerat dunia tidak hanya membeli lahan pertanian. Mereka juga menggelontorkan investasi pada agribusiness hingga membangun ekosistem pangan berbasis teknologi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Dengan latar situasi tersebut, pertanian diproyeksikan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.

    Baca juga: Amran: Stok Beras Pemerintah 4,5 Juta Ton, Gudang Bulog Penuh

    Amran menyebut, pangan yang didukung inovasi berbasis data, bioteknologi, vertical farming kini dipandang sebagai aset penting dalam stabilitas ekonomi dan gejolak dunia.

    “Pangan juga semakin dipandang sebagai aset strategis,” tutur Amran.

    Di luar tantangan situasi global tersebut, Amran menyebut Indonesia dihadapkan pada ancaman kemarau ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Baca juga: Mentan Jamin Stok Pangan Aman di Tengah Ancaman El Nino

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, kemarau itu dipicu fenomena El Nino Godzilla.

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau tahun ini akan mulai pada April di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan akan meluas ke daerah lain.

    “Dengan (prediksi) puncak kemarau bulan Agustus,” tutur Amran.

    Baca juga: Mentan Sebut Stok Beras 4,6 Juta Ton, Aman Hadapi Potensi El Nino 6 Bulan

    Lebih lanjut, Amran menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan kuda-kuda dengan fokus pada empat program utama yakni, swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), produksi biofuel, dan hilirisasi.

    Amran menyebut, meskipun dihadapkan pada El Nino Godzilla, stok beras nasional dinilai aman.

    Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4,6 juta ton dan belasan juta ton beras lainnya di sektor lain.

    Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim, Titiek Soeharto Minta Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan

    “Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan, di sisi lain El Nino diperkirakan 6 bulan,” kata Amran.

    Sebagaimana diketahui, sejumlah konglomerat dunia seperti Jeff Bezos, Bill Gates, sampai Mark Zuckerberg berinvestasi di sektor pertanian.

    Mereka kini merambah bisnis produksi pangan dengan membeli ratusan ribu hektar lahan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS