Atasi Banjir, Bupati Magetan Instruksikan Normalisasi Drainase dan Sinergi Lintas Sektor -
Atasi Banjir, Bupati Magetan Instruksikan Normalisasi Drainase dan Sinergi Lintas Sektor
Bupati Nanik melakukan evaluasi menyeluruh dan menginstruksikan langkah strategis permanen guna mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.
MAGETAN – Merespons banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Magetan akibat luapan saluran drainase dan irigasi, Bupati Magetan Nanik Sumantri mengambil langkah cepat.
Pada Minggu (5/4/2026), Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik itu melakukan evaluasi menyeluruh dan menginstruksikan langkah strategis permanen guna mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang.
Fokus Data Riil dan Sinergi Pusat-Daerah
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan.
Hal ini bertujuan untuk memperoleh data riil sebagai fondasi kebijakan penanganan banjir yang tepat sasaran.
Mengingat kompleksitas pengelolaan air, Bunda Nanik menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR.
Beberapa titik krusial, seperti Sungai Tengah, berada di bawah kewenangan BBWS Bengawan Solo, sementara titik lainnya merupakan wewenang Dinas PU SDA Provinsi Jatim.
“Kami ingin hal-hal terkait penyebab banjir segera dikoordinasikan agar ada penanganan dan solusi permanen," ujarnya.
Selain itu, Bupati juga berharap masyarakat mendukung program normalisasi drainase dan irigasi yang akan dilaksanakan di beberapa titik agar sungai berfungsi kembali sebagaimana mestinya.
"Kami berharap, upaya konkret yang telah dan akan dilaksanakan oleh OPD terkait bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat Magetan,” ungkap Bunda Nanik.
Banjir Akibat Curah Hujan Ekstrem
Berdasarkan data dari Stasiun DAM Jejeruk, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mencapai 145 mm.
Kondisi ini diperparah dengan menurunnya fungsi infrastruktur drainase dan irigasi yang ada, sehingga tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.
Langkah Konkret di Lapangan
Menindaklanjuti instruksi Bupati, sejumlah OPD telah bergerak melakukan aksi nyata, antara lain:
- Perbaikan Infrastruktur: Perbaikan jalan di kawasan Jalan Mayjen Sungkono.
- Normalisasi: Audiensi dengan warga untuk pembersihan drainase dan irigasi menggunakan alat berat.
- Asesmen Menyeluruh: Pendataan jaringan irigasi dari hulu, tengah, hingga hilir untuk mencari solusi permanen.
- Respon Cepat: BPBD Magetan melakukan kerja bakti di rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan banjir dan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan agar fungsi saluran air tetap optimal.
Berikut adalah titik spesifik yang terdampak atau menjadi fokus penanganan:
- Jalan Mayjen Sungkono (Mengalami kerusakan jalan akibat banjir).
- Kawasan sekitar Sungai Tengah (Wilayah kewenangan BBWS Bengawan Solo yang meluap).
- Wilayah cakupan Stasiun DAM Jejeruk (Area yang mencatat curah hujan tertinggi).
- Permukiman warga (Lokasi yang dilakukan kerja bakti oleh BPBD).
- Titik-titik jaringan irigasi dan drainase (Yang tersebar di wilayah hulu, tengah, hingga hilir Kabupaten Magetan). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.