0
News
    Home Bahlil Lahadalia Berita Featured Rusia Spesial

    Bahlil: Kita Boleh Belanja Minyak di Mana Saja, Termasuk Rusia - Tribunnews

    4 min read

     

    Bahlil: Kita Boleh Belanja Minyak di Mana Saja, Termasuk Rusia

    Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak masih sangat tinggi dengan konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

    Ringkasan Berita:
    • Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah atau crude oil dari Rusia. untuk mengatasi gangguan pasokan dari Timur Tengah.
    • Rusia siap membangun kilang dan fasilitas penyimpanan atau storage BBM di Indonesia.
    • Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak masih sangat tinggi dengan konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia mendapatkan pasokan minyak mentah atau crude oil dari Rusia

    Ia menegaskan Indonesia boleh belanja minyak dari negara mana pun. Bahlil menyatakan kesiapan untuk membeli minyak mentah dari negara mana pun yang menguntungkan, termasuk Rusia, demi menambal defisit produksi dalam negeri.

    Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian kondisi global.

    Bahlil menjelaskan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak masih sangat tinggi. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya mampu menyuplai sekitar 600 ribu barel per hari.

    "Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di hampir semua negara," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026). 

    Terkait potensi polemik internasional akibat kerja sama dengan Rusia, Bahlil mengingatkan bahwa prioritas utama pemerintah adalah kepentingan nasional.

    Ia memastikan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. "Pasti pertanyaan kemudian adalah apakah dengan kita membeli crude dari Rusia kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika?"

    Baca juga: Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik: Stok Crude Rusia Aman Hingga Desember

    "Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel jadi semuanya kita ambil mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan," tegasnya.

    Bahlil bilang, kerja sama dengan Rusia tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur strategis. Pihak Rusia disebut telah menyatakan kesiapan untuk membangun kilang dan fasilitas penyimpanan atau storage.

    Baca juga: Momen Seskab Teddy Beri Catatan Kepada Bahlil Saat Pengumuman RI Dapat Pasokan Minyak dari Rusia

    "Yang jelas pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif," kata Bahlil.

    "Jadi kita boleh belanja di mana saja selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerja sama, termasuk Rusia kemudian Afrika, Nigeria dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika," pungkasnya.

     


    Komentar
    Additional JS