BREAKING NEWS: Pasukan UNIFIL Diserang Lagi, Dua Kritis - Republika
BREAKING NEWS: Pasukan UNIFIL Diserang Lagi, Dua Kritis
REPUBLIKA.CO.ID, Pasukan Sementara PBB di Lebanon mengatakan sebuah ledakan menghantam salah satu posisinya dan melukai tiga penjaga perdamaian Jumat ini. Insiden ini yang merupakan yang ketiga dalam seminggu.
"Sore ini, terjadi ledakan di dalam markas PBB... melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya luka parah. Mereka semua kini dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal mula ledakan," kata juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel dilansir the Times of Israel, Jumat.
Pihak UNIFIL belum melansir dari kontingen mana prajurit yang terluka.
“UNIFIL mengingatkan seluruh aktor akan kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di sekitar yang dapat membahayakan mereka,” tambahnya.
Baca Juga :
Didesak Mundur dari UNIFIL Seperti Malaysia, Mabes TNI akan Tetap Kirim 756 Personel Baru ke LebanonPasukan PBB dikerahkan di Lebanon selatan dekat perbatasan Israel, tempat Israel dan Hizbullah berperang selama sebulan dan di mana pasukan Israel terus melakukan invasi darat.
Lebanon terlibat dalam perang Timur Tengah pada tanggal 2 Maret ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel untuk membalas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Israel membalasnya dengan serangan besar-besaran di Lebanon serta operasi darat.

UNIFIL mengatakan bahwa seorang penjaga perdamaian asal Indonesia gugur pada Ahad malam ketika sebuah proyektil "meledak di posisi UNIFIL dekat Adsheet al Qusayr.”
Keesokan harinya, UNIFIL mengatakan sebuah "ledakan yang tidak diketahui asalnya" menghancurkan sebuah kendaraan penjaga perdamaian, menewaskan dua tentara Indonesia lainnya.
Dikatakan bahwa penyelidikan telah diluncurkan terhadap kedua insiden tersebut. Sebuah sumber keamanan PBB mengatakan kepada AFP pekan ini bahwa tembakan Israel adalah sumber serangan pada hari Ahad, sementara sebuah ranjau mungkin menjadi penyebab ledakan mematikan pada hari berikutnya.
Militer Israel membantah bertanggung jawab atas insiden hari Senin itu. “Pemeriksaan operasional komprehensif menunjukkan bahwa tidak ada alat peledak yang ditempatkan di wilayah tersebut oleh pasukan [tentara], dan tidak ada pasukan [tentara] yang berada di wilayah tersebut sama sekali,” kata pernyataan itu.
Menurut PBB, sebanyak 97 tentara penjaga perdamaian gugur kekerasan sejak UNIFIL pertama kali didirikan untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah mereka menginvasi Lebanon pada tahun 1978. Mandat pasukan tersebut, yang selama beberapa dekade bertindak sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon, akan berakhir pada akhir tahun ini.
Halaman 2 / 2
Sementara, tiga jenazah prajurit TNI yang tergabung syahid di Lebanon akan dipulangkan dari Turki dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4) sore melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Kementerian Luar Negeri melalui pernyataan persnya di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa ketiga jenazah tersebut akan diterbangkan menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dari Istanbul, Turki, dan diperkirakan mendarat pada pukul 17.35 WIB.
Setibanya di Tanah Air, akan dilaksanakan upacara penyambutan sekaligus persemayaman di Bandara Soekarno Hatta sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur dalam tugas. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk disemayamkan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Adapun Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Lalu, Serka (Anm) M Nur Ichwan akan dimakamkan di TMP Giri Dharmaloyo II, Magelang; dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon di TMP Giripeni, Kulonprogo.
Personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Kopda Farizal Rhomadhon, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Ahad (29/3).

Tepat keesokan harinya pada Senin (30/3), Indonesia kehilangan lagi dua personelnya di UNIFIL akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Dua personel yang gugur dalam serangan tersebut ialah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhammad Nur Ichwan.
Pada Kamis (2/4), UNIFIL telah memberikan penghormatan terakhir untuk tiga prajurit tersebut. Upacara dilaksanakan di Hanggar Lebanese Air Force Beirut dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission l UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Upacara memorial tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan (Athan) RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional.
Prosesi upacara militer dilaksanakan secara lengkap, diawali dengan pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, pembacaan riwayat singkat, doa, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memberikan instruksi kepada seluruh prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini disampaikan melalui sambungan video (video call).
Dalam percakapan tersebut, Panglima TNI menekankan pentingnya prosedur keselamatan di tengah situasi yang dinamis di wilayah tugas mereka. Jenderal Agus meminta agar para prajurit membatasi aktivitas di luar dan lebih mengutamakan pengamanan internal. “Yang ada di sana tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bungker-bungker, dan tidak ada kegiatan lagi ke luar,” tegas Panglima TNI dalam arahannya.