0
News
    Home Berita Dedi Mulyadi Featured Spesial

    Dedi Mulyadi Pantau Sanksi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Acungkan Jari Tengah ke Guru - Viva

    5 min read

     

    Dedi Mulyadi Pantau Sanksi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Acungkan Jari Tengah ke Guru


    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi

    Kamis, 23 April 2026 - 00:32 WIB

    VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung pelaksanaan sanksi terhadap sembilan siswa di SMAN 1 Purwakarta setelah kasus penghinaan terhadap guru mereka viral di media sosial. 

    Baca Juga

    Sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan agar para siswa tidak mengulangi perbuatannya.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dilihat melalui YouTube KDM, Dedi memastikan bahwa sanksi yang dijalankan berjalan sesuai tujuan pembinaan. Para siswa diketahui menjalani kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekolah, menyambut siswa di pagi hari, hingga mengikuti pembinaan religi sesuai keyakinan masing-masing.

    Baca Juga

    Salah satu guru di SMAN 1 Purwakarta menjelaskan bahwa aktivitas harian siswa dimulai dari kerja bakti, dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji dan tadarus bagi siswa muslim. Sementara siswa nonmuslim mengikuti pembinaan sesuai ajaran agamanya.

    Dedi Mulyadi juga menanyakan respons orang tua terhadap sanksi tersebut. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, orang tua siswa menerima keputusan tersebut dan tidak mengajukan keberatan. Para siswa pun disebut menjalani sanksi dengan kesadaran dan menunjukkan penyesalan atas tindakan mereka.

    Baca Juga

    "Tapi intinya orang tuanya tidak komplain?" tanya Dedi.

    "Sama sekali tidak Pak, (orangtua murid) menerima," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.

    Menurut pihak sekolah, para siswa bahkan merasa terbantu dengan pola pembinaan yang diterapkan. Mereka disebut menjalani kegiatan dengan sukarela, termasuk tugas membersihkan fasilitas sekolah seperti toilet, tanpa adanya tekanan.

    Dedi menegaskan bahwa tujuan utama sanksi bukan untuk menghukum secara keras, melainkan membentuk karakter siswa agar menjadi lebih baik. Ia memastikan bahwa seluruh proses pembinaan berlangsung dalam kondisi yang tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi siswa.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Selain itu, Dedi mengungkapkan bahwa kesembilan siswa tersebut direncanakan akan mengikuti program pembinaan lanjutan di barak militer pada Juni 2026 bersama sejumlah siswa lainnya, termasuk pengurus OSIS.

    Di sisi lain, guru yang menjadi korban penghinaan sebelumnya telah menyatakan memaafkan para siswa. Meski demikian, proses pembinaan tetap dijalankan sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

    Viral Pocong di Pasir Putih, Sawangan, Depok

    Heboh Pocong Keliling Depok Datangi Rumah Warga Bikin Kesurupan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

    Kabar kemunculan sosok pocong yang beredar luas di media sosial membuat warga Pasari Putih, Sawangan, Depok, resah dan saling bertukar informasi di grup WA lingkungan.

    img_title

    VIVA.co.id

    25 April 2026

    Komentar
    Additional JS