0
News
    Home Berita DPR Featured Haji Keuangan Spesial

    DPR Ungkap Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak hingga Rp1 Triliun, Selisihnya Ditanggung Siapa? - HIMPUHNEWS

    2 min read

      

    DPR Ungkap Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak hingga Rp1 Triliun, Selisihnya Ditanggung Siapa?

    HIMPUHNEWS - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengungkapkan bahwa biaya haji tahun 2026 M/1447 H kemungkinan besar mengalami kenaikan dari biaya yang telah disepakati oleh Pemerintah dan DPR RI.

    Ia menjelaskan bahwa pembengkakan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga avtur dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

    Harga avtur yang ditetapkan saat Rapat Panitia Kerja (Panja) Haji DPR sudah berbeda dengan kondisi sekarang, bahkan naik hampir dua kali lipat. Begitu juga kurs dolar, dari Rp16.500 yang disepakati kini sudah menjadi Rp17.000

    "Berdasarkan perhitungan sementara, tambahan biaya akibat kenaikan harga avtur dan kurs dolar diperkirakan bisa mencapai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun," ujar Marwan dalam Forum Outlook Haji 2026, Rabu (1/4/2026).

    Namun, tantangan terbesar justru terletak pada skema penutupan selisih biaya. Menurut Marwan, jika menggunakan dana yang dipegang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), maka perlu pembahasan ulang bersama DPR. Proses ini tidak bisa dilakukan secara cepat karena menyangkut keberlanjutan dana jemaah di masa depan.

    Sementara itu, opsi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga sulit dilakukan karena tidak ada alokasi di APBN untuk jemaah haji.

    Menghadapi situasi ini, DPR mendorong Kementerian Haji dan Umrah RI untuk segera memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah dan maskapai, guna mencari solusi terbaik.

    “Kalau memang tidak ada jalan lain, maka kemungkinan kita akan merombak hasil keputusan Panja Haji DPR, dengan menghitung ulang kemampuan BPKH serta kesediaan maskapai,” jelasnya.

    Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak membebankan penambahan biaya haji ini kepada jemaah.

    "Insya Allah apapun yang terjadi, apakah itu terkait dengan penambahan biaya karena harga avtur yang naik atau penambahan biaya karena perubahan rute penerbangan, kita berupaya tidak akan menambah biaya kepada jemaah. Itu upaya kita," pungkasnya. 

     


    Komentar
    Additional JS