Dubes Rusia: Mojtaba Khamenei Ada di Iran, Menahan Diri Tak Muncul ke Publik - Viva
Dubes Rusia: Mojtaba Khamenei Ada di Iran, Menahan Diri Tak Muncul ke Publik
VIVA – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei diklaim berada di negara itu tetapi menahan diri untuk tidak tampil di depan publik "karena alasan yang dapat dimengerti," demikian kutipan dari duta besar Rusia untuk negara itu yang dilaporkan oleh kantor berita RTVI pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan perang mereka terhadap Iran lebih dari sebulan yang lalu. AS meyakini Mojtaba terluka parah dan kemungkinan cacat.
Mojtaba hanya mengeluarkan beberapa pernyataan sejak menjadi pemimpin tertinggi Iran. Pesan pertamanya disampaikan melalui surat yang diduga ditulis sendiri oleh pemimpin Iran tersebut, sementara pesan-pesan selanjutnya disampaikan melalui cara yang tidak ditentukan.
Rusia memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang dengannya Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis tahun lalu.
Diterbangkan ke Moskow
Pemimpin tertinggi Iran yang baru itu sempat dirumorkan terbang ke Moskow untuk menjalani operasi kaki yang "secara pribadi ditawarkan oleh Putin" setelah ia terluka dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Mojtaba Khamenei dikabarkan terluka dalam serangan awal AS-Israel yang menargetkan Teheran pada 28 Februari. Hal ini terjadi setelah Donald Trump mengatakan pemimpin baru itu mungkin telah meninggal, karena belum terlihat sejak pengangkatannya.
"Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, belum ada yang bisa menunjukkannya," kata Trump kepada NBC. "Saya mendengar dia sudah tidak hidup lagi, dan jika dia masih hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, dan itu adalah menyerah."
Khamenei dilaporkan telah diterbangkan keluar dari Iran dan menjalani operasi yang "berhasil" di salah satu istana kepresidenan Putin, menurut surat kabar Kuwait Al-Jarida.
Karena parahnya luka-lukanya, Mojtaba Khamenei dilaporkan dirawat di rumah sakit spesialis yang difasilitasi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang konon mengusulkan perawatan tersebut dalam sebuah panggilan telepon pada hari Kamis pekan lalu.
Mojtaba Khamenei diyakini telah dipindahkan ke Rusia pada malam yang sama. Al-Jarida, mengutip sumber Iran berpangkat tinggi pada 15 Maret 2026, melaporkan, "Mojtaba diam-diam dipindahkan ke Moskow untuk menjalani operasi karena alasan kesehatan dan keselamatan" dan menambahkan, "Ia telah berhasil menyelesaikan operasi dan saat ini sedang pulih di rumah sakit di dalam kompleks kepresidenan di Moskow."
Media melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 12 Maret untuk secara langsung mengusulkan perawatan ini, dan malam itu, Mojtaba dipindahkan dengan pesawat militer Rusia didampingi oleh staf medis.
Diketahui bahwa otoritas intelijen Iran memilih untuk memindahkannya ke Rusia, karena percaya bahwa fasilitas medis domestik dapat menjadi sasaran karena Israel terus melakukan serangan udara yang ditujukan kepada pemimpin tertinggi.