Dunia Krisis Energi, Pemerintah Siapkan BBM Etanol 20% dari Ampas Tebu-Jagung - Kompas
Dunia Krisis Energi, Pemerintah Siapkan BBM Etanol 20% dari Ampas Tebu-Jagung
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 30 Maret 2026 - 14:02 WIB
Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan mendorong akselerasi hilirisasi hasil pertanian menjadi biofuel, termasuk pengembangan bensin campuran etanol berbasis jagung, ubi, dan tebu. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan mendorong akselerasi hilirisasi hasil pertanian menjadi biofuel , termasuk pengembangan bensin campuran etanol berbasis jagung, ubi, dan tebu, menyusul krisis energi global. Hal ini seperti diungkap Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (30/3/2026), Mentan Amran mengungkap bahwa pemerintah terus menggenjot penerapan bahan bakar E20 , yakni bensin dengan campuran etanol 20%. Ia menyebut langkah ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah hasil tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden pada saat kita rapat minggu lalu sebelum beliau bertolak ke Jepang dan Korea Selatan. Beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas kita butuh langkah cepat," katanya.
Baca Juga: Krisis Energi Global Kian Nyata, Rusia Setop Ekspor BBM Mulai 1 April 2026
Mentan melanjutkan, hilirisasi sektor pertanian menjadi E20 akan berasal dari komoditas pertanian domestik seperti jagung, ubi, dan tebu yang dinilai sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, komoditas tersebut tersedia luas di berbagai daerah.
"Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama," sebutnya.
Baca Juga: Eropa Terancam Kelangkaan BBM Bulan Depan! Peringatan Keras Efek Perang AS-Israel vs Iran
Ia mencontohkan Brazil yang telah lebih dahulu menerapkan campuran etanol tinggi pada bahan bakar kendaraan, bahkan mencapai E27 hingga E37. Menurutnya, Indonesia menargetkan lompatan langsung menuju mandatori E20.
"Karena pangan selesai, kita beralih ke energi. Dan ini sesuatu keberanian Bapak Presiden mengambil langkah-langkah strategis dan fundamental untuk Merah Putih. Ini bukan untuk 10 tahun, tapi ini untuk 1000 tahun. Dan fundamentalnya kita pasang sekarang," pungkas Mentan Amran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina