0
News
    Home Avtur Berita Featured PDIP Spesial

    Gejolak Harga Avtur, PDIP Dorong Solusi Jangka Panjang agar Tiket Pesawat Tak Bebani Warga - SindoNews

    5 min read

     

    Gejolak Harga Avtur, PDIP Dorong Solusi Jangka Panjang agar Tiket Pesawat Tak Bebani Warga


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 09 April 2026 - 14:02 WIB


    Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP Sofwan Dedy Ardyanto mendorong pemerintah, regulator, dan maskapai penerbangan berembuk mencari solusi jangka panjang untuk menghadapi gejolak harga avtur. Foto: Dok Sindonews

    JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP Sofwan Dedy Ardyanto mendorong pemerintah, regulator, dan maskapai penerbangan berembuk mencari solusi jangka panjang untuk menghadapi gejolak harga avtur di pasar global. Diketahui, pemerintah turun tangan meredam dampak kenaikan harga avtur terhadap industri penerbangan nasional dengan menjaga kenaikan biaya penerbangan tetap terjangkau.

    Caranya dengan menaikkan harga tiket di rentang 9-13% seperti yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. "Kebijakan ini langkah awal yang baik, tetapi pemerintah perlu memastikan solusi jangka panjang agar kenaikan biaya penerbangan tidak terus membebani masyarakat dan sektor lainnya" ujar Sofwan, Kamis (9/4/2026).

    Baca juga: Harga Avtur Naik Hampir 83% dalam Sebulan, Maskapai Penerbangan Dunia Kelimpungan

    Jika sebelum terdampak perang, harga tiket domestik di Indonesia sudah tergolong tinggi karena tarif batas atas yang tidak disesuaikan sejak 2019, tingginya biaya operasional, terbatasnya jumlah armada serta faktor lain seperti PPN 11% pada avtur dan PJP2U yang berkontribusi meningkatkan harga akhir.

    "Empat faktor tersebut perlu menjadi dasar bagi evaluasi menyeluruh, sehingga di masa depan harga tiket pesawat domestik menjadi lebih terjangkau" katanya.

    "Jadi, soal harga tiket pesawat ini bukan hanya soal fluktuasi harga avtur , tapi lebih kompleks," lanjutnya

    Sofwan menyoroti harga avtur yang sudah tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Jika di Singapura harga avtur berkisar Rp13.000 per liter, di Indonesia bisa mencapai Rp15.000 per liter, bahkan lebih mahal di wilayah Indonesia Timur.

    Hal tersebut menjadi pengaruh besar karena avtur menyumbang kurang lebih 40% komponen dari harga tiket. "Terkait avtur ini kuncinya ada pada tata kelola harga avtur oleh Kementerian ESDM," ucapnya.

    "Avtur idealnya dikelola oleh lebih dari satu provider dan tidak dimonopoli. Langkah tersebut untuk menjaga harga tiket pesawat dan merupakan salah satu rekomendasi dari KPPU," tambahnya.

    (jon)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Trump Ingin Relokasi...

    Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu: Tak Dapat Diterima!

    Komentar
    Additional JS