Gempa Rutin Guncang Jawa Timur, Ini Penjelasan BMKG - RRI
RRI.CO.ID, Madiun - Provinsi Jawa Timur dinilai sebagai salah satu wilayah yang rawan gempa bumi. Berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas gempa terjadi secara rutin di berbagai titik, baik di laut maupun daratan.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso dalam konferensi pers di RRI Malang pada 19 April 2026 menjelaskan, secara umum terdapat dua sumber utama kegempaan di Jawa Timur, sumber tersebut berasal dari aktivitas subduksi di selatan serta patahan aktif di daratan.
“Jawa Timur ini memiliki secara umum ada dua sumber kegempaan utama, yang pertama dari bagian selatan, yaitu dari subduksi tadi. Pertemuan Indo-Australia dan Eurasia yang kemudian disebut sebagai megathrust dan area subduksi. Itu tadi yang bisa kita lihat ada peningkatan gempa bumi yang berwarna merah, kuning, dan hijau. itu akibat aktivitas dari subduksi,” jelasnya.
Aktivitas gempa juga tercatat terjadi di beberapa daerah seperti Pulau Bawean dan Situbondo. Fenomena ini merupakan bagian dari proses alamiah yang terus berlangsung.
Dalam pemantauan BMKG, gempa bumi di Jawa Timur terjadi hampir setiap hari. Bahkan, rata-rata terdapat sekitar 20 kejadian gempa setiap harinya di wilayah ini dan sekitarnya. Meski demikian, sebagian besar gempa tersebut berkekuatan kecil dan tidak dirasakan masyarakat.
Ricko menambahkan, meningkatnya frekuensi gempa justru menunjukkan bahwa energi di dalam bumi dilepaskan secara bertahap. Namun, masyarakat tetap diminta waspada, terutama pada wilayah yang dalam jangka waktu lama tidak mengalami gempa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami langkah mitigasi bencana. Dengan kesiapan yang baik, risiko dampak gempa bumi dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat rekomendasi berita...