0
News
    Home Berita Featured Plastik Spesial

    Harga Plastik Melonjak hingga Dua Kali Lipat di Pasar Rawamangun - RRI

    2 min read

     

    Harga Plastik Melonjak hingga Dua Kali Lipat di Pasar Rawamangun

    RRI.CO.ID, Jakarta - Konflik AS-Israel dengan Iran yang terjadi di kawasan Asia Barat, ribuan kilometer dari Jakarta, berdampak hingga ke sudut belakang Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Harga berbagai produk plastik dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat diduga akibat terganggunya pasokan bahan baku, imbas eskalasi serangan.

    Pantauan RRI Jakarta pada Jumat, 3 April 2026 menunjukkan kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis plastik, mulai dari plastik bening jenis PE hingga kantong kresek. Saburi, pemilik toko plastik Albarokah, mengatakan lonjakan harga terjadi signifikan dalam waktu singkat.

    “Aduh, naiknya enggak kira-kira. Kotak thinwall itu naiknya bisa dibilang dua kali lipat. Dulu Rp25.000, sekarang sudah kali dua saja, yang paling murah Rp45.000 per pak isi 25. Plastik bening PE buat makanan, dulu jual Rp9.000 sekarang sudah Rp15.000,” kata Saburi kepada RRI Jakarta, setelah melayani pelanggan.

    Kenaikan harga terjadi tidak lama seusai perang AS-Israel dan Iran meletus. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian usaha akibat harga dari pemasok yang terus berubah.

    “Harganya tuh tiba-tiba naik, dari bulan Maret kemarin, minggu pertama, sebelum Lebaran. Kalau ditanya sampai kapan harga melambung, info dari pabrik, satu mereka enggak tahu, kedua kayaknya masih bakal naik terus,” ujar Saburi.

    Sebelumnya, Kantor Berita Antara mewartakan pada Rabu, 1 April 2026, kenaikan harga plastik dipicu kelangkaan bahan baku berupa nafta, turunan minyak bumi. Kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, Indonesia masih bergantung pada impor dari kawasan yang saat ini terdampak konflik.

    “Jadi kita terdampak dari bahan baku yang kita impor dari Timur Tengah,” ujar Budi, dalam tayangan yang diterbitkan Antara.

    Saburi menjelaskan, kondisi itu membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual. “Omzet kelihatan naik karena harga barang naik, tapi belanja modalnya juga naik, jadi [keuntungannya] sama saja,” katanya.

    Dampak kenaikan harga juga dirasakan pembeli, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada plastik sebagai kemasan. Saat ini, pemerintah tengah mencari sumber alternatif baru impor nafta dari negara Afrika, India, dan Amerika.


    Komentar
    Additional JS