0
News
    Home Berita Featured Fenomena Fenomena Alam Lintas Peristiwa Meteor Lyrids Spesial

    Hujan Meteor Lyrids Siap Hiasi Langit Malam, Catat Puncaknya - Jakarta Times

    3 min read

     

    Hujan Meteor Lyrids Siap Hiasi Langit Malam, Catat Puncaknya


    Hujan meteor Lyrids capai puncak 22–23 April. Fenomena langit tertua ini bisa disaksikan tanpa alat, hingga 20 meteor per jam di langit gelap.

    JAKARTA – Hujan meteor Lyrids akan kembali menyapa langit Bumi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 22-23 April 2026. Fenomena tahunan ini selalu dinantikan para pecinta astronomi karena keindahannya yang khas.

    Secara rutin, Lyrids muncul antara 16–25 April setiap tahunnya, dengan jumlah meteor paling banyak biasanya terjadi pada tanggal 22 atau 23 April. Nama “Lyrids” sendiri berasal dari rasi bintang Lyra constellation, yang menjadi titik asal meteor yang terlihat di langit.

    Fenomena ini termasuk salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat, dengan bukti pengamatan yang tercatat dalam teks astronomi Tiongkok lebih dari 2.500 tahun lalu. Meteor-meteor Lyrids terbentuk dari debu yang ditinggalkan oleh komet Comet C/1861 G1 Thatcher, ditemukan pertama kali pada tahun 1861. Partikel debu tersebut terbakar saat memasuki atmosfer, menciptakan garis cahaya yang mempesona.

    Menurut Time and Date, komet Thatcher membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk sekali mengelilingi Matahari, dan diprediksi baru akan kembali terlihat dari Bumi pada tahun 2276.

    Hujan meteor Lyrids tergolong berintensitas sedang, dengan jumlah sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Beberapa meteor bahkan meninggalkan jejak cahaya yang terlihat beberapa detik sebelum memudar, menambah kesan dramatis pertunjukan langit ini.

    Kondisi malam tahun ini diperkirakan ideal untuk pengamatan. Bulan kuartal pertama akan terbenam tak lama setelah tengah malam, sehingga langit akan cukup gelap untuk menikmati meteor dengan jelas.

    Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, dari lokasi yang minim polusi cahaya. Meteor tampak berasal dari rasi Lyra, namun sesungguhnya bisa muncul di berbagai bagian langit.

    Di Jakarta, fenomena ini diprediksi mulai terlihat pada malam 22 April sekitar pukul 23.00, dan bisa disaksikan hingga matahari terbit keesokan harinya.

    Untuk menikmati Lyrids, pengamat tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus. Cukup pilih lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota. Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan sekitar 15–20 menit agar meteor lebih jelas terlihat. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


    Komentar
    Additional JS